Bayangin punya bisnis yang setiap harinya dipenuhi suara kok dan tawa pemain bulu tangkis yang semangat latihan atau main bareng teman. 🏸 Ya, bisnis lapangan badminton bukan cuma menyenangkan tapi juga bisa jadi ladang cuan yang stabil—asal kamu tahu cara menghitung biaya operasional dan potensi keuntungannya.
Artikel ini akan mengupas studi kasus nyata: menyewa atau mengelola gedung dengan 3 lapangan badminton, dan menghitung secara detail pengeluaran, pendapatan, hingga ROI per bulan. Biar kamu nggak cuma nebak-nebak, tapi benar-benar punya gambaran realistis sebelum terjun ke bisnis ini.
💼 Key Takeaways
- 💡 Sewa 3 lapangan badminton bisa menghasilkan omset puluhan juta per bulan
- 📊 Perhitungan biaya mencakup sewa gedung, listrik, pegawai, hingga perawatan
- 🧾 Pendapatan tergantung jam operasional dan tingkat okupansi harian
- 💰 Keuntungan bisa sangat menggiurkan jika lapangan ramai di malam & akhir pekan
- 🛠️ Maintenance & pemasaran jadi kunci agar bisnis tetap kompetitif
Kenapa Lapangan Badminton Jadi Peluang Bisnis Menarik?
Bulu tangkis adalah olahraga sejuta umat di Indonesia. Dari anak sekolah sampai karyawan kantoran, semua suka main badminton, terutama malam hari dan akhir pekan. Tren gaya hidup sehat dan kebutuhan akan olahraga murah meriah juga membuat permintaan terhadap lapangan badminton selalu tinggi.
Rina Wulandari, owner lapangan badminton di Bogor, bilang:
“Setiap malam dari jam 6 sampai jam 10 selalu penuh. Bahkan kami sampai buka sistem booking online karena antreannya panjang banget.”
Studi Kasus: 3 Lapangan Badminton dalam 1 Gedung
Untuk artikel ini, kita akan ambil studi kasus sederhana:
- 1 gedung indoor berisi 3 lapangan badminton
- Lokasi di area pemukiman padat (kelas menengah)
- Jam operasional: 7 pagi – 11 malam (16 jam)
- Sistem sewa per jam
- Booking bisa harian, mingguan, dan bulanan
Estimasi Biaya Operasional Bulanan
🧾 Berikut adalah daftar estimasi biaya per bulan:
| Komponen Pengeluaran | Biaya per Bulan | Catatan |
| Sewa Gedung | Rp15.000.000 | Bisa naik turun tergantung lokasi |
| Gaji Pegawai (2 orang) | Rp6.000.000 | Shift pagi & malam |
| Listrik & Air | Rp2.500.000 | Untuk lampu lapangan, AC/fan, dll |
| Perawatan Lapangan | Rp1.500.000 | Bersih-bersih, jaring, garis lapangan |
| Marketing & Iklan | Rp1.000.000 | Media sosial & promosi lokal |
| Booking System/Website | Rp500.000 | Jika pakai app/software online |
| Biaya Lain-lain | Rp1.000.000 | Tak terduga (perbaikan kecil, dll) |
Total Biaya Tetap: ± Rp27.500.000/bulan
Estimasi Pendapatan dari Sewa Lapangan
Asumsikan tarif sewa lapangan sebagai berikut:
- Jam non-prime (07.00 – 17.00): Rp40.000/jam
- Jam prime time (17.00 – 23.00): Rp65.000/jam
Mari kita asumsikan okupansi 70% dari total waktu operasional (16 jam/hari)
💸 Simulasi Per Hari
- Total jam operasional: 16 jam × 3 lapangan = 48 jam
- 70% dari 48 jam = 33,6 jam → dibulatkan 34 jam terisi per hari
Misalnya dari 34 jam itu:
- 20 jam = prime time (Rp65.000)
👉 20 × Rp65.000 = Rp1.300.000 - 14 jam = non-prime (Rp40.000)
👉 14 × Rp40.000 = Rp560.000
Total pendapatan per hari: ± Rp1.860.000
📆 Simulasi Per Bulan (30 Hari)
- Rp1.860.000 × 30 hari = Rp55.800.000
💰 Perhitungan Keuntungan Bersih
| Komponen | Nilai |
| Total Pendapatan | Rp55.800.000 |
| Total Pengeluaran | Rp27.500.000 |
| Laba Bersih | Rp28.300.000 |
Dalam simulasi ini, kamu bisa menghasilkan laba bersih hampir 30 juta rupiah per bulan, hanya dari 3 lapangan badminton — dengan catatan okupansi rata-rata terjaga di atas 70%.
Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan
🧩 Lokasi Gedung
📍 Semakin strategis lokasi (dekat perumahan, sekolah, atau kantor), semakin mudah menarik pelanggan.
🧩 Jam Operasional & Layanan Tambahan
🕒 Menambah jam buka (misal sampai jam 12 malam), atau buka di hari libur bisa menambah pendapatan.
🧩 Sistem Booking & Manajemen
📲 Gunakan aplikasi booking online biar pelanggan lebih nyaman, dan kamu bisa memantau semua transaksi.
🧩 Paket Langganan
💳 Tawarkan paket mingguan/bulanan dengan harga diskon buat pelanggan setia.
🧩 Kebersihan & Perawatan
✨ Lapangan bersih dan rapi bikin pelanggan betah dan balik lagi.
Tips Mengelola 3 Lapangan Sekaligus
📌 1. Atur Shift Pegawai Secara Efisien
Pastikan ada minimal 2 petugas yang jaga: satu untuk kasir & admin, satu untuk kebersihan & teknis lapangan.
📌 2. Gunakan Sistem Booking Online
Gunakan platform seperti Loket, BookMyCourt, atau buat website sendiri dengan integrasi jadwal.
📌 3. Buat Event Rutin
Turnamen antar RT, pelatihan anak-anak, atau fun game bisa meningkatkan popularitas tempatmu.
📌 4. Gabung Komunitas Olahraga Lokal
Kolaborasi dengan klub badminton lokal atau sekolah bisa meningkatkan pemesanan tetap.
📌 5. Rajin Update di Medsos
Foto lapangan, video latihan, hingga testimoni pelanggan bisa jadi konten promosi gratis.
Tabel Rangkuman Keuangan
| Komponen | Rincian |
| Total Jam Sewa per Hari | 34 jam (dari 48 jam) |
| Tarif Rata-rata | Rp54.700 (gabungan) |
| Pendapatan Harian | Rp1.860.000 |
| Pendapatan Bulanan (30 Hr) | Rp55.800.000 |
| Total Biaya Tetap | Rp27.500.000 |
| Laba Bersih | Rp28.300.000 |
FAQ Seputar Bisnis Lapangan Badminton
Q: Berapa modal awal untuk buka lapangan badminton?
💼 Jika bangun sendiri, bisa di atas Rp300–500 juta. Tapi kalau sewa gedung jadi seperti studi kasus ini, modal awal bisa di bawah Rp50 juta.
Q: Apakah bisnis ini musiman?
🗓️ Tidak terlalu. Justru ramai di malam hari, akhir pekan, dan saat musim hujan (orang butuh aktivitas indoor).
Q: Gimana kalau jam pagi sepi?
🌅 Jam pagi biasanya diisi oleh komunitas lansia, ibu-ibu senam, atau pelatihan anak sekolah. Sesuaikan promosinya.
Q: Butuh izin usaha?
📃 Ya. Usaha ini tetap perlu izin usaha mikro/kecil, terutama kalau ingin bekerja sama dengan sekolah atau komunitas resmi.
Q: Bisakah menambah keuntungan dari kantin atau persewaan alat?
🍽️ Bisa banget. Menjual minuman, menyewakan raket/shuttlecock, hingga menjual aksesoris bisa jadi tambahan penghasilan.


