📝 Disclaimer Penting
Informasi dalam artikel ini bersifat panduan berdasarkan kebijakan BPJS Kesehatan dan perbankan yang berlaku saat ini. Prosedur bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan masing-masing bank dan BPJS. Selalu konfirmasi ke pihak bank dan kantor BPJS sebelum melakukan pembatalan autodebet.
Key Takeaways 💡
💳 Autodebet BPJS bisa dihentikan langsung dari bank atau JKN Mobile
📄 Syarat utamanya: identitas, nomor VA, dan dokumen rekening
📱 Bisa juga cabut autodebet lewat customer service bank atau aplikasi
⛔ Pastikan iuran tidak menunggak sebelum mencabut autodebet
Kenapa Banyak Orang Ingin Hentikan Autodebet BPJS?
Mungkin kamu juga pernah merasa seperti ini: “Kok saldo tabungan saya tiba-tiba kepotong?” Setelah dicek, ternyata itu autodebet iuran BPJS. Awalnya kamu daftar dengan niat biar nggak lupa bayar — tapi sekarang situasinya berubah. Bisa jadi karena kamu:
- Sudah tak memakai layanan BPJS karena pindah kerja dan punya asuransi lain
- Ingin pindah pembayaran ke rekening yang berbeda
- Merasa sistem autodebet sering gagal, tapi saldo tetap ditahan
- Ingin bayar manual karena lebih fleksibel
“Waktu itu saya ganti nomor HP, aplikasi JKN nggak bisa diakses. Dan saldo terus terdebet otomatis. Saya bingung cara stop-nya,” — Yani, 34 tahun, warga Sukabumi.
Apa Itu Autodebet BPJS?
Autodebet BPJS adalah sistem pembayaran otomatis yang memotong saldo rekening bank kamu setiap bulan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Biasanya dilakukan via Virtual Account (VA) yang terhubung ke:
🏦 Bank Mandiri
🏦 BRI
🏦 BCA
🏦 BNI
🏦 BTN
💳 Dompet digital (GoPay, ShopeePay, dan lainnya via channel tertentu)
Syarat Umum untuk Cabut Autodebet BPJS
Sebelum datang ke bank atau mengajukan permintaan cabut autodebet, pastikan kamu sudah menyiapkan dokumen berikut:
📌 Checklist Syarat Cabut Autodebet BPJS:
✅ KTP asli & fotokopi
✅ Kartu BPJS / Nomor Virtual Account (VA)
✅ Buku tabungan rekening (jika ke bank langsung)
✅ Kartu debit/ATM terkait
✅ Aplikasi JKN Mobile aktif (jika ingin ubah lewat aplikasi)
✅ Tidak ada tunggakan iuran BPJS
Cara Memutus Autodebet BPJS untuk Semua Bank
Berikut penjelasan berdasarkan jenis bank dan platform yang kamu gunakan.
Hentikan Autodebet BPJS via Bank (Langsung)
Kalau kamu dulu daftar autodebet lewat bank, maka cara paling aman adalah datang ke bank tempat kamu mendaftar:
| Nama Bank | Cara Cabut Autodebet | Info Tambahan |
| Bank Mandiri | Datang ke cabang → Customer Service | Sertakan buku tabungan dan KTP |
| Bank BCA | Hubungi Halo BCA atau CS cabang | Minta pembatalan autodebet BPJS |
| Bank BRI | Via BRImo atau cabang langsung | Bisa juga telepon CS BRI 14017 |
| Bank BNI | Hubungi BNI Call atau ke kantor cabang | Sertakan nomor VA BPJS |
| Bank BTN | CS BTN cabang → isi formulir cabut autodebet | Wajib bawa kartu ATM dan identitas |
🔔 Tips: Saat ke bank, jelaskan dengan spesifik bahwa kamu ingin “memutus autodebet BPJS”, karena beberapa CS mungkin tidak langsung paham istilahnya.
Hentikan Autodebet BPJS via Aplikasi Mobile JKN
✅ Buka aplikasi Mobile JKN
✅ Login menggunakan NIK dan password
✅ Pilih menu “Pembayaran”
✅ Klik “Setel Ulang Autodebet”
✅ Pilih “Nonaktifkan Autodebet” atau ubah ke rekening baru
✅ Konfirmasi permintaan
💡 Fitur ini belum tersedia untuk semua jenis autodebet. Kalau tidak berhasil, kamu tetap harus datang ke bank terkait.
Hentikan Autodebet via Call Center / CS Online Bank
📞 Mandiri Call: 14000
📞 BRI: 14017
📞 BNI Call: 1500046
📞 Halo BCA: 1500888
📞 BTN: 1500286
Saat menghubungi CS, siapkan data berikut:
- Nama lengkap
- NIK / nomor VA BPJS
- Nama pemilik rekening
- Nomor rekening terkait
- Alasan pembatalan
Tips Penting Agar Autodebet Tidak Gagal
Autodebet bisa gagal karena beberapa alasan teknis. Sebelum memutuskan untuk mencabut, kamu bisa coba perbaiki dulu dengan cara berikut:
💰 Pastikan saldo rekening cukup saat tanggal penarikan (biasanya tanggal 10-15 tiap bulan)
📱 Update aplikasi JKN Mobile dan Mobile Banking
🔄 Cek kembali apakah nomor VA BPJS masih aktif dan terhubung ke rekening
📞 Hubungi BPJS Kesehatan atau bank jika sering gagal bayar otomatis
Dampak Jika Autodebet Dihentikan
❗ Setelah autodebet dihentikan, kamu harus melakukan pembayaran iuran secara manual setiap bulan. Jika lupa atau telat, iuran akan menunggak dan kamu bisa kena denda layanan jika harus rawat inap.
🎯 Cara bayar manual:
- Via mobile banking (Mandiri, BCA, BRI, dll)
- Aplikasi JKN Mobile
- Kantor Pos / Indomaret / Alfamart
- Dompet digital (OVO, ShopeePay, GoPay via pihak ketiga)
“Saya lebih suka bayar manual, karena kadang dana di tabungan habis tanpa saya sadari. Sekarang saya set reminder di HP tiap tanggal 10,” — Adit, 40 tahun, freelancer.
Tabel Ringkasan Jalur Hentikan Autodebet BPJS
| Metode | Media | Proses | Catatan |
| Langsung ke Bank | CS di kantor cabang | 1 hari kerja | Bawa identitas & dokumen rekening |
| Aplikasi JKN Mobile | Smartphone | Instan jika tersedia | Tidak semua jenis rekening bisa |
| Telepon CS Bank | Telepon | 1-2 hari kerja | Siapkan data lengkap |
| Ubah ke metode bayar manual | Semua channel | Langsung aktif | Harus bayar manual tiap bulan |
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Q: Apakah autodebet BPJS bisa dihentikan kapan saja?
A: Bisa, asalkan tidak sedang menunggak iuran. Namun sebaiknya cabut di awal bulan sebelum jadwal autodebet.
Q: Kalau sudah cabut autodebet, apakah bisa daftar lagi?
A: Bisa. Kamu tinggal daftarkan ulang via JKN Mobile atau bank jika ingin aktifkan kembali.
Q: Apakah bisa ganti rekening autodebet BPJS ke bank lain?
A: Bisa, dengan menonaktifkan autodebet lama lalu daftar ulang pakai rekening baru.
Q: Autodebet saya gagal tapi saldo tetap kepotong, kenapa?
A: Segera hubungi bank dan BPJS. Biasanya ini masalah sistem atau pending transaksi.
Q: Berapa lama proses stop autodebet?
A: Jika lewat bank langsung, biasanya 1 hari kerja. Jika lewat aplikasi, bisa lebih cepat.


