Pernah dengar mineral selenium?
Mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, padahal zat ini punya peran penting dalam kesehatan tubuh, bahkan sering disebut sebagai “mikronutrien ajaib”.
Tapi seperti zat lain di dunia ini, terlalu sedikit atau terlalu banyak selenium bisa memberi dampak serius bagi tubuh kita.
🔑 Key Takeaways
🧬 Selenium adalah mineral penting untuk kekebalan dan antioksidan tubuh
💊 Bisa ditemukan di makanan seperti kacang Brazil, ikan, dan telur
⚠️ Kekurangan atau kelebihan selenium bisa berbahaya
🧠 Mendukung kesehatan mental, tiroid, hingga mencegah kanker
👩⚕️ Kebutuhan selenium harian berbeda tergantung usia & kondisi tubuh
🌱 Apa Itu Selenium?
Selenium adalah mineral alami yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil namun memiliki fungsi vital.
Bersifat esensial, artinya tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan atau suplemen.
Selenium pertama kali dikenal karena perannya dalam melawan oksidasi sel, alias antioksidan kuat. Tapi ternyata, perannya jauh lebih luas.
⚙️ Fungsi Selenium Dalam Tubuh Manusia
Selenium bekerja seperti “penjaga gerbang” di dalam tubuh.
Beberapa peran utamanya:
✨ Antioksidan kuat: melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
🛡️ Mendukung sistem kekebalan tubuh
🧠 Menjaga fungsi otak dan mental tetap tajam
🦋 Mengatur hormon tiroid secara optimal
💓 Melindungi jantung dari peradangan dan kerusakan pembuluh darah
🧫 Hubungan Selenium dan Enzim Selenoprotein
Selenium berfungsi sebagai komponen utama selenoprotein—enzim yang membantu proses:
🧬 Metabolisme hormon tiroid
🧼 Detoksifikasi logam berat
🧪 Perbaikan DNA
⚔️ Pertahanan imun dari virus dan bakteri
Tanpa selenium, enzim-enzim ini tidak bisa bekerja maksimal, dan tubuh rentan terhadap stres oksidatif.
🥚 Sumber Makanan yang Mengandung Selenium
📌 Berikut beberapa makanan yang kaya selenium:
| Makanan | Kandungan Selenium (μg / 100g) |
| Kacang Brazil | 1900 µg |
| Ikan tuna | 80–90 µg |
| Telur ayam | 30–35 µg |
| Daging sapi | 35–45 µg |
| Jamur shitake | 25–30 µg |
| Biji bunga matahari | 70 µg |
| Udang dan kerang | 40–60 µg |
💡 Kacang Brazil adalah salah satu makanan dengan kadar selenium tertinggi di dunia.
Tapi hati-hati: cukup 1–2 biji saja per hari, jangan berlebihan!
💊 Berapa Kebutuhan Harian Selenium?
Sesuai panduan WHO dan berbagai institusi kesehatan:
| Usia / Kondisi | Kebutuhan Harian (μg) |
| Anak-anak (1–8 tahun) | 20–30 µg |
| Remaja & Dewasa | 55 µg |
| Ibu hamil | 60 µg |
| Ibu menyusui | 70 µg |
🧠 Catatan: meskipun dibutuhkan dalam jumlah kecil, kekurangan selenium bisa berdampak serius ke sistem tubuh.
🩺 Apa Yang Terjadi Jika Kekurangan Selenium?
Kekurangan selenium atau defisiensi selenium bisa menyebabkan:
😷 Sistem imun melemah
🦠 Rentan infeksi virus
🧠 Gangguan suasana hati (mudah stres, depresi)
🦋 Masalah tiroid (hipotiroidisme)
❤️ Gangguan jantung dan sirkulasi darah
Bahkan, dalam kondisi ekstrem seperti di daerah miskin selenium (contohnya beberapa wilayah di China), kekurangan selenium dapat memicu:
📉 Penyakit Keshan: penyakit jantung yang bisa fatal
📉 Penyakit Kashin-Beck: gangguan tulang dan sendi
⚠️ Dampak Kelebihan Selenium (Toksisitas)
Sama seperti kekurangan, kelebihan selenium juga berbahaya.
Gejala umum keracunan selenium (selenosis) antara lain:
🚫 Bau napas seperti bawang
🚫 Rambut rontok ekstrem
🚫 Kuku rapuh dan mudah patah
🚫 Rasa logam di mulut
🚫 Kelelahan dan gangguan saraf
🎯 Batas aman konsumsi selenium harian:
< 400 µg per hari untuk orang dewasa
🧠 Apakah Selenium Bisa Mencegah Kanker?
Beberapa studi menunjukkan hubungan antara kadar selenium cukup dan risiko kanker yang lebih rendah, terutama:
🎯 Kanker prostat
🎯 Kanker paru-paru
🎯 Kanker usus besar
Namun, belum cukup bukti untuk menjadikan selenium sebagai terapi utama, melainkan hanya sebagai dukungan preventif.
🧬 Peran Selenium dalam Kesehatan Mental
Selenium juga punya dampak pada fungsi otak dan suasana hati.
Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kadar selenium rendah cenderung mengalami:
🧠 Kecemasan berlebihan
🧠 Mudah stres
🧠 Gejala depresi ringan hingga sedang
Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan kurangnya perlindungan antioksidan di otak.
🤔 Apakah Suplemen Selenium Diperlukan?
Tidak semua orang butuh suplemen selenium.
Jika kamu mengonsumsi makanan sehat dan beragam, kemungkinan besar kebutuhan harian sudah tercukupi.
Tapi, suplemen mungkin dibutuhkan oleh:
✅ Orang dengan gangguan penyerapan nutrisi
✅ Vegan ketat
✅ Lansia dengan pola makan terbatas
✅ Orang yang tinggal di daerah miskin selenium
🧪 Fakta Menarik: Selenium dan Detoks Logam Berat
Selenium juga membantu tubuh dalam:
🧴 Menetralkan logam berat beracun seperti merkuri dan arsenik
🛡️ Melindungi sel hati dan ginjal dari kerusakan zat kimia
⚗️ Mendukung proses detoksifikasi alami tubuh
Bahkan, beberapa peneliti menyebut selenium sebagai “penawar alami” logam berat!
❓ FAQ – Pertanyaan Umum tentang Selenium
Apakah selenium aman dikonsumsi setiap hari?
Ya, selama tidak melebihi dosis harian (maks 400 µg).
Apakah selenium bisa membantu jerawat atau kulit?
Secara tidak langsung, karena sifat antioksidannya bisa membantu peradangan kulit.
Mana yang lebih baik: selenium alami atau suplemen?
Selenium dari makanan jauh lebih disarankan.
Apakah selenium aman untuk ibu hamil?
Ya, bahkan penting. Tapi harus dalam dosis yang diawasi oleh dokter.
Apa tanda awal kelebihan selenium?
Bau napas seperti bawang, logam di mulut, dan kerontokan rambut.


