Kalau kamu baru mulai belajar JavaScript, pasti sering dengar istilah “Vanilla JavaScript”.
Biasanya orang bilang gini:
“Sebelum pakai framework, mending kuasai dulu vanilla JS.”
Tapi… vanilla JS itu apaan sih sebenernya? Dan apa bedanya dengan React, Vue, atau library lainnya?
📌 Key Takeaways
- 🍦 Vanilla JS adalah JavaScript murni tanpa framework atau library tambahan
- ⚖️ Framework seperti React atau Vue bantu percepat development, tapi seringkali overkill untuk proyek kecil
- 🧠 Kuasai vanilla JS = paham pondasi logika & DOM manipulation
- 🛠️ Vanilla cocok untuk proyek kecil, cepat, atau tugas belajar
- 🚀 Framework cocok untuk aplikasi kompleks & scalable
🍦 Apa Itu Vanilla JavaScript?
Vanilla JavaScript = JavaScript asli, murni, polos, tanpa tambahan dari library atau framework apa pun.
📜 Artinya, kamu nulis kode pakai document.querySelector, addEventListener, fetch, dll—tanpa bantuan React, jQuery, atau Vue.
Contoh:
document.getElementById(‘btn’).addEventListener(‘click’, function() {
alert(‘Hello Vanilla!’);
});
Bandingin dengan versi React:
function App() {
return
}
Keduanya sama-sama bikin tombol, tapi pendekatannya sangat berbeda.
Nah, itulah inti perbedaannya.
🎯 Kenapa Belajar Vanilla JS Itu Penting?
Kamu gak harus jadi “penganut setia vanilla JS”, tapi harus ngerti pondasinya.
💡 Karena di balik semua framework frontend, semuanya tetap pakai JavaScript dasar di bawahnya.
Misalnya:
- Mau manipulasi elemen di React? → sebenarnya kamu ngelola DOM juga, hanya saja dibantu Virtual DOM
- Mau fetch API di Vue? → tetap pakai fetch() atau axios, dan itu basic JS
“Kalau kamu bisa vanilla JavaScript, kamu bisa belajar framework manapun. Tapi kalau cuma bisa React doang, kamu akan mentok di luar React.”
— Dimas, Frontend Engineer, Bandung
⚙️ Apa Perbedaan Vanilla JS vs Framework?
Yuk, kita bahas perbedaan keduanya lewat beberapa aspek penting:
| Aspek | Vanilla JavaScript | Framework (React, Vue, dsb) |
| Ukuran File | Ringan, gak butuh library eksternal | Tambahan kilobytes/megabytes |
| Kecepatan Load | Super cepat (karena native) | Butuh bundling, build |
| Belajar | Perlu paham konsep JS murni | Bisa lebih cepat untuk UI |
| Scalability | Kurang cocok untuk proyek besar | Cocok untuk sistem kompleks |
| Community Tools | Harus bikin dari nol | Banyak plugin/library siap pakai |
| Routing, State | Harus buat sendiri manual | Sudah built-in (Vue Router, Redux, dst) |
🧪 Contoh Kapan Harus Pakai Vanilla JS
👉 Landing Page Sederhana
→ Animasi tombol, popup modal, form contact
👉 Validasi Form di HTML
→ Cek input kosong, format email, dll
👉 Tugas Sekolah / Kuliah
→ Biar dosen tahu kamu paham dasar coding
👉 Proyek Internal Kecil
→ Gak perlu loading framework besar
📌 Vanilla JS cocok buat proyek kecil-menengah yang gak perlu fitur kompleks seperti routing, state management, atau komponen dinamis berlapis.
🔧 Kapan Lebih Baik Pakai Framework?
🧩 Kalau proyek kamu seperti ini:
- 🔄 Perlu UI yang sering berubah (seperti dashboard)
- 📁 Struktur project besar, butuh maintain banyak file
- ⚙️ Butuh komponen reusable
- 💬 Banyak data real-time & user interaction
- 📲 Ingin bangun PWA / SPA (Single Page App)
…maka React, Vue, atau Svelte akan sangat membantu.
Framework bikin:
- Struktur lebih rapi
- Pengelolaan data lebih jelas
- Kolaborasi tim jadi gampang
🧭 Roadmap Belajar Vanilla JavaScript Sebelum Framework
Kalau kamu belum paham JavaScript murni, sebaiknya jangan langsung lompat ke React atau Vue.
Berikut roadmap belajarnya:
👣 Tahap 1 – Dasar JavaScript
📘 Variabel (let, const)
📘 Tipe data (string, array, object)
📘 Function (arrow, anonymous)
📘 Conditional & Looping
👣 Tahap 2 – Manipulasi DOM
🧱 getElementById, querySelector
🧱 addEventListener, classList.toggle()
🧱 Membuat dan menghapus elemen
👣 Tahap 3 – Event & Interaksi
🖱️ Event: click, change, submit
📋 Form validation
📦 Show/hide elemen
👣 Tahap 4 – Fetch API & JSON
🌐 fetch() untuk ambil data
🔄 Menampilkan data dari API ke halaman
⚠️ Menangani error
👣 Tahap 5 – Mini Project
🛠️ Todo list sederhana
🛠️ Kalkulator
🛠️ App cuaca pakai API
🎯 Kombinasi Vanilla JS + Library Ringan
Kamu juga bisa gabungkan Vanilla JS dengan tools ringan, tanpa harus langsung lompat ke React:
- 💡 Alpine.js → untuk interaktivitas seperti modal, toggle, tab
- 💡 htmx → untuk fetch data tanpa AJAX atau React
- 💡 Parcel / Vite → untuk build & bundling sederhana
Ini cocok kalau kamu ingin sedikit “power tambahan” tanpa repot belajar framework besar.
❓FAQ Seputar Vanilla JavaScript
Apakah harus kuasai Vanilla JS sebelum belajar React?
Idealnya, iya. Minimal kamu paham DOM, function, dan fetch API.
Apa beda Vanilla JS dan jQuery?
jQuery adalah library untuk mempermudah manipulasi DOM. Vanilla JS = JS murni, tanpa bantuan apa pun.
Masih penting belajar Vanilla di 2026?
Sangat penting! Banyak perusahaan sekarang menilai dasar JS lebih penting daripada hafal framework.
Apa kekurangan Vanilla JS?
Kurang cocok untuk proyek besar, harus build struktur dan fitur sendiri dari nol.


