Pernah nggak kamu punya ide pelatihan yang menurutmu keren banget — udah siap modulnya, materinya, bahkan pengalaman kamu juga cukup — tapi bingung harus mulai dari mana? Terutama ketika target kamu adalah kampus sebesar Gunadarma yang punya banyak fakultas, mahasiswa aktif, dan acara pelatihan sepanjang tahun.
Nah, aku pernah ngalamin hal yang sama. Aku pengin masuk ke salah satu fakultas di Gunadarma sebagai trainer, tapi waktu itu aku pikir harus langsung komunikasi ke dekanat. Ternyata… salah besar. 😅
Pendekatan yang lebih efektif dan manusiawi justru lewat jalur organisasi mahasiswa, khususnya BEM Fakultas atau Departemen. Di artikel ini, aku bakal share pengalaman pribadi plus strategi yang terbukti berhasil — dan bisa kamu tiru sekarang juga.
🎯 Kenapa Fakultas Butuh Trainer Eksternal?
Sebelum kita bahas caranya, kita perlu tahu dulu: kenapa sih pihak fakultas butuh trainer dari luar?
Jawabannya sederhana: karena kebutuhan mahasiswa terus berkembang dan tidak semua dosen bisa meng-cover topik-topik praktikal seperti:
- Public speaking
- Manajemen waktu
- Leadership
- Mental health awareness
- Personal branding
- Kelas persiapan karir
- Kewirausahaan digital
Apalagi, kampus seperti Gunadarma itu aktif banget dalam pengembangan soft skill mahasiswa.
Fakultas biasanya punya agenda tahunan seperti:
- Pelatihan organisasi mahasiswa
- Kegiatan pra-MBKM
- Workshop mahasiswa baru
- Pembekalan untuk lomba
- Career development program
👉 Nah, semua ini butuh pelatih/trainer. Di sinilah kamu masuk.
💡 Jalur Terbaik: BEM Fakultas atau Himpunan Mahasiswa
Kalau kamu pengin masuk ke dalam agenda fakultas, jangan langsung kontak Kaprodi atau Dekanat. Mungkin bisa, tapi biasanya… prosesnya bakal terhambat.
Kenapa? Karena:
🟠 Agenda kegiatan biasanya berasal dari usulan mahasiswa sendiri.
🟠 BEM & HIMA yang jadi “event organizer”-nya.
🟠 Mereka yang mencari narasumber, bukan dosen.
🟠 Lebih fleksibel & cepat dalam membuat keputusan.
💬 “Saya biasa kerja sama langsung dengan BEM Fakultas Teknik Industri Gunadarma. Mereka aktif banget bikin pelatihan dan selalu butuh trainer eksternal,” ungkap Hana Rachmadani, alumni trainer dan fasilitator kampus.
📱 Cara Pendekatan ke BEM atau HIMA
Ini langkah-langkah nyata yang bisa kamu lakukan — dan aku sendiri sudah praktikkan.
🔎 Cari Kontak Aktifis Fakultas
Biasanya kontak ini bisa ditemukan di:
- Instagram BEM Fakultas
- Linktree akun resmi organisasi
- Bio CP acara pelatihan sebelumnya
📌 Contoh: @bemfebiug, @bemtiug, @himakomgunadarma
🗣️ Bangun Komunikasi Awal yang Personal
Jangan langsung “Kak, saya trainer, boleh kerja sama nggak?”.
Itu terlalu salesy. Coba mulai begini:
💬 “Halo Kak, saya lihat BEM Fakultas kalian sering adain pelatihan, keren banget! Saya kebetulan pernah isi topik serupa di kampus X, boleh ngobrol bareng soal peluang kolaborasi?”
Kalimat seperti ini bikin kamu terlihat:
✔ Proaktif
✔ Tidak memaksa
✔ Punya value
📤 Kirim Portofolio Singkat (Tanpa Terlalu Banyak Attachment)
Gunakan Google Drive untuk proposal + contoh modul. Jangan overload WhatsApp mereka.
🧾 Sertakan:
- Profil singkat trainer
- Tema pelatihan yang ditawarkan
- Target hasil pelatihan
- Review/testimoni kampus lain (kalau ada)
🧭 Jadilah Solusi, Bukan Tambahan Masalah
Ingat, mahasiswa itu sibuk. Bahkan panitia kegiatan kampus bisa kewalahan.
Maka saat kamu menawarkan pelatihan, buat diri kamu jadi solusi, bukan beban baru.
✨ “Kami udah siap materi, tinggal sesuaikan tanggal dari kalian.”
✨ “Saya juga bisa bantu publikasi acara biar ramai.”
✨ “Bisa dikemas fun dan ringan, cocok buat mahasiswa semester awal.”
Dengan begitu, mereka akan lebih tertarik bekerja sama.
📊 Tabel Strategi Pendekatan Trainer ke Fakultas
| Langkah Pendekatan | Penjelasan Singkat | Tips Ekstra |
| Riset Kontak Organisasi | Cek IG & Linktree BEM/HIMA | Simpan nomor ketua & sekretaris |
| Bangun Relasi Personal | Sapa dengan pujian, jangan langsung pitching | Tawarkan diskusi via Zoom/DM dulu |
| Kirim Proposal Menarik | Isi jelas, visual ringan, tema relatable | Gunakan desain Canva atau Notion link |
| Tawarkan Jadwal Fleksibel | Sesuaikan dengan kalender akademik mereka | Hindari minggu UTS/UAS |
| Follow Up Ramah | Kirim reminder 3–4 hari setelah kirim proposal | Jangan lebih dari 2x follow-up ya! |
🗓️ Timing Terbaik Menawarkan Diri
Biasanya, fakultas di Gunadarma punya agenda pelatihan di:
- Januari–Maret → Workshop Awal Tahun
- Juli–Agustus → Libur semester, cocok buat pelatihan intensif
- September–Oktober → Pembekalan MBKM, persiapan lomba, dsb
Tawarkan pelatihan kamu 3–4 minggu sebelum periode itu. Jadi bisa masuk ke proposal kegiatan BEM atau Departemen.
📣 Pengalaman Pribadi yang Berhasil
Aku pernah apply ke Fakultas Psikologi UG, bukan lewat dekan, tapi langsung DM ke admin IG HIMA Psikologi. Aku buka obrolan dengan pujian soal desain feed mereka yang konsisten — lalu sharing ide pelatihan “Personal Branding for Future Psychologists”.
Tiga hari kemudian, aku diajak meeting online.
Seminggu setelah itu, mereka acc.
🎉 Materi aku dibawakan ke 200 mahasiswa.
🎉 Dapat sertifikat dan honor.
🎉 Bahkan ditawari jadi fasilitator rutin.
🧠 Wawasan dari Dosen Fakultas
“Pelatihan eksternal penting banget buat mahasiswa kami. Tapi kami butuh yang bisa menyatu dengan dunia mahasiswa, bukan hanya bicara teori.”
— Dr. Ayu Santika, M.Si, Dosen Komunikasi Gunadarma
Artinya, fakultas siap terbuka. Asal kamu tahu caranya mendekat.
❓FAQ: Cara Menawarkan Trainer ke Fakultas
Q: Apakah harus punya gelar tinggi untuk diterima?
A: Tidak. Yang penting punya pengalaman dan value yang ditawarkan relevan.
Q: Apakah BEM/HIMA bisa bayar trainer eksternal?
A: Bisa, tergantung dana mereka. Ada yang honor, ada yang sistem barter (exposure, sertifikat, dsb).
Q: Apakah cukup via WhatsApp/DM saja?
A: Untuk pendekatan awal, iya. Tapi pastikan follow-up via email resmi untuk kesan profesional.
Q: Bisa kerja sama dengan lebih dari satu fakultas?
A: Bisa banget. Bahkan, semakin banyak kamu mengisi di berbagai fakultas, peluangmu makin besar direkomendasikan.
Q: Apa contoh tema pelatihan yang paling diminati mahasiswa UG?
A: Public speaking, personal branding, content creation, time management, dan digital mindset.


