“Gaji pas-pasan, kerja serabutan, tapi mau nikah. Mungkin gak sih?”
Kalau kamu merasa kalimat di atas relate banget, selamat…
Kamu bukan satu-satunya.
Banyak orang di luar sana — yang kerja serabutan, ngojek, freelance harian, bahkan nganggur sementara — yang tetap pengen nikah. Dan itu sah-sah aja. Karena pernikahan bukan soal saldo rekening, tapi soal kesiapan mental dan tanggung jawab.
“Mokondo” — istilah dari bahasa Manado yang artinya kira-kira “orang pas-pasan tapi punya niat kuat” — adalah cerminan generasi sekarang. Yang gak malu untuk sederhana, tapi tetap berani melangkah.
Nah, artikel ini ditulis buat kamu-kamu yang merasa hidup di level “mokondo” tapi tetap ingin mewujudkan nikah sah, hemat, dan bermartabat.
💡 Key Takeaways
🪙 Nikah itu bukan soal kemewahan, tapi soal sah dan siap
💍 Dengan budget minimal — bahkan di bawah Rp2 juta — pernikahan tetap bisa dilaksanakan
📜 Yang penting: dokumen lengkap, mas kawin sah, dan restu keluarga
🎯 Prioritaskan hal wajib: KUA, wali, saksi, ijab kabul
🧠 Kuncinya: komunikasi jujur, mindset sederhana, dan relasi sosial yang saling bantu
🧠 Mindset Dulu: Nikah Itu Wajib, Pesta Itu Sunnah
Di zaman serba gengsi ini, banyak yang lupa:
Ijab kabul itu ibadah. Tapi resepsi itu budaya.
Mokondo yang paham prioritas gak akan gengsi nikah tanpa panggung megah.
Karena apa? Karena yang kamu cari adalah hidup halal, sah, dan penuh berkah.
Kalau kamu sudah:
✔️ Siap mental
✔️ Siap bertanggung jawab
✔️ Siap hidup bareng susah senang
Maka kamu udah punya modal terbesar untuk nikah. Sisanya, tinggal diatur…
🧮 Rincian Nikah Budget Minimal: Mokondo Style
Kita simulasikan budget hemat banget, tapi tetap sah secara agama & negara.
| Komponen | Estimasi Biaya | Keterangan |
| Nikah di KUA (jam kerja) | Gratis | Resmi dan sah, asal di kantor KUA |
| Mas kawin simbolik | Rp100.000 – Rp300.000 | Al-Qur’an, mukena, cincin ringan |
| Fotokopi & legalisasi dokumen | Rp50.000 – Rp100.000 | Termasuk surat pengantar RT/RW |
| Baju nikah pinjam / seadanya | Gratis – Rp100.000 | Pinjam dari kakak, sahabat, dsb |
| Dokumentasi (HP sendiri / teman) | Gratis – Rp100.000 | Boleh minta bantuan rekan |
| Snack & teh untuk saksi | Rp200.000 | Tamu 5–10 orang, cukup simbolik |
💰 Total: ± Rp500.000 – Rp800.000
Gak nyampe sejuta. Tapi sah. Dan sakral.
🧾 Step-by-Step: Cara Mokondo Bisa Nikah Resmi
📍 Langkah-langkahnya sederhana tapi penting banget:
- Ngomong jujur ke pasangan soal kondisi keuangan dan niat menikah sederhana
- Datang ke RT/RW untuk minta surat pengantar
- Urus N1 sampai N5 di kelurahan
- Datang ke KUA dengan semua dokumen (minimal 10 hari sebelum akad)
- Tentukan hari dan jam akad nikah (gratis jika di KUA & jam kerja)
- Siapkan mas kawin, wali, saksi, dan niat yang lurus
“Gue nikah dengan tabungan 600 ribu. Mas kawin cuma mukena. Tapi lega banget. Sekarang udah 2 tahun nikah, dan rezeki makin lancar.”
– Iwan, tukang las freelance, Depok
🏠 Di Rumah Boleh, Tapi Ada Biaya
Kalau kamu tetap pengen akad di rumah (karena nenek gak bisa jalan jauh, misalnya), bisa aja.
Biaya resmi: Rp600.000, disetor langsung ke kas negara.
Jangan bayar ke penghulu langsung.
Selalu minta bukti transfer bank (BRI, BNI, atau BSI).
🧑🎓 Tips Khusus untuk Mokondo Biar Gak Overbudget
🔹 Baju? Pakai yang kamu punya aja.
Gak dosa nikah pakai batik terbaikmu, meskipun bukan gaun pengantin.
🔹 Dekorasi? Gak usah.
Backdrop kain putih, pot bunga dari rumah udah cukup buat suasana khidmat.
🔹 Make up? Natural aja.
Kalau gak bisa dandan, minta bantuan teman. Atau cukup bedak & lip balm.
🔹 Undangan? Pakai WhatsApp.
Bikin desain di Canva, kirim pakai voice note. Lebih personal, hemat juga!
🔹 Catering? Gak ada.
Teh manis, bolu potong, nasi kotak 5 porsi cukup buat wali & saksi.
🔄 Cara Ngakalin Budget? Barter Jasa!
✨ Kamu jago desain? Bantu teman, dibayar jasa make up.
✨ Temanmu fotografer? Ajak kerja sama, kamu bantu promosi akun dia, dia bantu dokumentasi nikahmu.
✨ Keluarga punya sound system? Pinjam buat akad, cukup mic dan musik instrumental.
Mokondo itu bukan minder. Tapi tahu caranya bertahan dan saling bantu.
📢 Testimoni Nyata: “Gaji Gojek, Tapi Bisa Nikah Sederhana”
“Waktu itu gue baru 3 bulan nge-gojek. Gaji harian gak tentu. Tapi kita nekat ke KUA. Nikah gratis, baju seadanya. Sekarang alhamdulillah udah punya anak satu, dan masih utuh.”
– Yadi, Tangerang
❌ Hal yang Gak Perlu Kamu Paksakan
🚫 Sewa gedung
🚫 Baju pengantin mahal
🚫 Undangan cetak
🚫 Band atau hiburan
🚫 Pre-wedding ke Puncak
Nikah itu bukan panggung pamer.
Kalau kamu dan dia memang serius, satu ruangan kecil pun bisa jadi pintu surga. 🌿
💬 FAQ: Nikah Minimalis untuk Si Mokondo
Q: Bisa gak nikah tanpa resepsi sama sekali?
✅ Bisa banget. Yang penting ada ijab, wali, saksi, dan mas kawin.
Q: Kalau gak ada duit sama sekali, mending nunggu atau tetap jalanin?
💡 Konsultasi dulu ke KUA. Banyak yang bisa bantu, apalagi kalau niatnya baik.
Q: Nikah di KUA gratis tuh beneran?
✅ Iya! Asal di jam kerja dan dilakukan di kantor KUA.
Q: Mas kawin murah sah gak?
✅ Sah. Nilainya simbolik. Niat dan penerimaan yang bikin halal.
Kalau kamu ngerasa hidup pas-pasan tapi punya niat baik, yakin aja…
Allah selalu buka jalan.
Karena pernikahan itu ibadah. Dan tiap ibadah yang diniatkan dengan tulus, insyaAllah dibukakan rezekinya.
Jadi buat para mokondo yang masih ragu nikah karena dompet tipis, jangan takut.
Sah dulu, syukuri dulu, baru pelan-pelan jalani.
Karena banyak yang nikah mewah, tapi gak bertahan. Tapi gak sedikit juga yang nikah sederhana, dan langgeng penuh berkah.


