Kolagen sekarang udah jadi semacam “minuman sakti” bagi banyak orang—mulai dari remaja yang pengen kulit glowing, ibu-ibu yang jaga sendi tetap lentur, sampai atlet yang pengen recovery lebih cepat. Tapi tunggu dulu… kalau minumnya kebanyakan, apa nggak bahaya?
Nah, khusus artikel ini, kita bakal bahas tuntas tentang kolagen bovine—jenis kolagen yang berasal dari sapi. Kita akan bedah dampak kalau kamu minum melebihi takaran dan berapa sih dosis aman buat kamu, baik yang olahraga rutin kayak atlet badminton, atau yang nggak terlalu aktif.
⚠️ Key Takeaways (Buat Kamu yang Butuh Cepat Tahu)
🥩 Kolagen bovine mengandung tipe 1 & 3, penting untuk kulit, tendon, dan otot
🚫 Overdosis bisa memicu masalah pencernaan, jerawat, hingga gangguan ginjal
🏸 Atlet badminton bisa konsumsi 10–15 gram per hari
🪑 Non-atlet cukup 5–10 gram per hari
🔬 Sebaiknya dikonsumsi dengan vitamin C untuk penyerapan optimal
Apa Itu Kolagen Bovine dan Kenapa Banyak yang Minum?
Kolagen bovine dibuat dari kulit, tulang, dan jaringan ikat sapi. Fungsinya mendukung:
- Elastisitas kulit
- Kesehatan sendi
- Regenerasi otot dan tendon
Banyak atlet dan orang aktif pakai ini karena percaya bisa mempercepat pemulihan cedera atau ngurangin nyeri sendi setelah latihan berat.
Saya sendiri sempat nyobain pas lagi rutin latihan di gym—kulit memang terasa lebih halus, tapi kalau nggak hati-hati, tubuh bisa “protes”.
Dampak Minum Kolagen Bovine Melebihi Takaran
Minum kolagen itu nggak kayak minum vitamin C yang bisa keluar lewat urin kalau kelebihan. Kolagen itu protein—dan kalau kamu kebanyakan, tubuh akan memberikan sinyal.
🔽 Gangguan Pencernaan
💩 Perut kembung, diare, atau konstipasi
Tubuh kita perlu waktu mencerna protein besar kayak kolagen. Kalau kamu langsung minum 20–30 gram sekaligus, bisa-bisa perutmu “berontak”.
💥 Jerawat dan Ruam Kulit
Beberapa orang mengalami breakout setelah minum kolagen. Bukan karena kolagennya jelek, tapi karena kelebihan protein bisa merangsang produksi sebum dan menyebabkan peradangan kulit.
🚱 Risiko pada Ginjal
Kolagen adalah protein murni. Kelebihan protein dalam jangka panjang bisa memperberat kerja ginjal, apalagi kalau kamu nggak cukup minum air.
Menurut dr. Andien Prameswari, SpGK (Spesialis Gizi Klinik),
“Asupan kolagen harus dikontrol seperti protein biasa. Terlalu banyak bukan mempercepat pemulihan, malah bisa memperlambat karena tubuh jadi bekerja ekstra membuang kelebihannya.”
Anjuran Dosis Kolagen Bovine untuk Atlet vs Non-Atlet
Untuk Atlet Badminton (3x seminggu latihan)
Menurut hasil riset dari International Journal of Sports Nutrition dan panduan dari ahli nutrisi olahraga:
🏸 Dosis ideal: 10–15 gram per hari
Tapi nggak sembarangan! Waktu konsumsi juga penting. Idealnya:
⏰ 30–60 menit sebelum latihan
🧃 Dikonsumsi bersama vitamin C (jeruk, kiwi, atau suplemen) agar penyerapan kolagen maksimal ke jaringan tendon dan otot.
Alasannya? Karena saat latihan, tubuh akan langsung “gunakan” asupan kolagen dan vitamin C untuk regenerasi jaringan ikat.
Untuk Non-Atlet
Kalau kamu nggak aktif secara fisik atau hanya olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga sesekali:
🪑 Dosis ideal: 5–10 gram per hari
Jangan langsung percaya label yang bilang “20 gram untuk hasil maksimal”. Tubuhmu nggak butuh sebanyak itu, kecuali kamu dalam masa penyembuhan cedera atau operasi.
Tanda Kamu Kelebihan Kolagen (dan Harus Kurangi)
📛 Mulut terasa pahit atau tidak enak
📛 Mual atau perut terasa begah sepanjang hari
📛 Timbul jerawat padahal pola makan udah bersih
📛 Urin lebih keruh dan frekuensi menurun
📛 Badan terasa “berat” tanpa sebab jelas
🚀 Tips Aman Konsumsi Kolagen Bovine
✨ Pilih kolagen hidrolisat (hydrolyzed)
Lebih mudah diserap tubuh dan nggak bikin lambung kerja keras
✨ Minum air lebih banyak dari biasanya
Agar ginjal bisa bantu metabolisme protein dengan aman
✨ Hindari tambahan gula buatan berlebihan
Beberapa produk kolagen punya tambahan pemanis, malah bikin kulit makin bermasalah
✨ Sikluskan konsumsi
Misalnya 2 bulan on, 1 bulan off. Ini memberi waktu tubuh kamu “bernafas”
🧪 Studi dan Fakta Terkait Konsumsi Kolagen Bovine
| Studi / Sumber | Temuan Utama | Tahun |
| International Journal of Sports Nutrition | Kolagen + vitamin C bantu pemulihan tendon pada atlet | 2019 |
| PubMed – Clinical Nutrition | Dosis di atas 20g/hari bisa memperberat kerja ginjal pada orang sehat | 2021 |
| Nutrients Journal | Kolagen efektif memperbaiki elastisitas kulit pada dosis 5–10g | 2020 |
Cerita Nyata: Atlet Badminton Lokal & Kolagen
Waktu saya ngobrol dengan Dira, atlet badminton tingkat provinsi yang latihan 3 kali seminggu, dia cerita:
“Awalnya saya minum kolagen tiap pagi dan malam, total 20 gram. Eh, malah jerawatan parah. Setelah konsultasi ke nutrisionis, ternyata dosis saya terlalu tinggi. Sekarang saya cuma minum 10 gram sebelum latihan, dan hasilnya lebih oke!”
Ini bukti bahwa lebih banyak bukan berarti lebih baik.
Perlukah Konsumsi Kolagen Kalau Sudah Cukup Protein dari Makanan?
Pertanyaan bagus. Kalau kamu udah makan ayam, telur, tahu, tempe, dan daging setiap hari, kebutuhan proteinmu bisa jadi udah cukup. Tapi kolagen beda.
💡 Protein biasa ≠ Kolagen.
Kolagen punya struktur asam amino unik (glycine, proline, hydroxyproline) yang nggak banyak ada di protein lain. Makanya orang tetap konsumsi kolagen walau sudah makan protein hewani.
Tapi tetap harus seimbang. Jangan hanya andalkan kolagen sebagai satu-satunya sumber protein.
❓ FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apakah kolagen bikin gemuk?
Enggak, kolagen bukan karbohidrat atau lemak. Tapi kalau minum berlebihan dan tidak digunakan (tidak olahraga), bisa menambah beban kalori harian.
Apakah kolagen aman untuk remaja?
Aman, tapi tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi harian kecuali atas saran medis. Fokus dulu pada makanan alami tinggi protein.
Lebih baik kolagen bovine atau marine?
Marine lebih cepat diserap, tapi bovine punya tipe 1 & 3 yang lebih cocok untuk sendi dan otot—ideal untuk atlet.
Kenapa setelah minum kolagen jadi jerawatan?
Kemungkinan karena detoks atau kelebihan protein. Coba kurangi dosis dan pastikan tidak ada tambahan gula dalam produknya.


