Dari sekian banyak jenis jajanan, gorengan adalah yang paling universal. Mau pagi, siang, sore, bahkan malam — gorengan selalu dicari.
Tapi di balik keranjang yang penuh macam gorengan itu, tahukah kamu… jenis gorengan apa yang paling cepat habis? Apa yang paling dicari pembeli? Apa yang bikin mereka rela antre atau datang lagi ke tempatmu?
Jawabannya ternyata cukup sederhana.
✨ Key Takeaways
🥇 Tahu isi adalah gorengan paling laris karena ngenyangin dengan harga sama
🥈 Bakwan dan tempe jadi favorit karena teksturnya kriuk dan cocok buat camilan
🥉 Singkong goreng kurang diminati karena cenderung hambar walau bikin kenyang
⚠️ Kualitas rasa tahu isi sangat menentukan — kalau asam atau basi, pembeli bisa kapok
🚫 Rasa tahu isi yang basi bisa disebabkan oleh bahan yang disimpan tidak higienis, terutama tahu dan isi sayurnya
🥇 Tahu Isi: Raja Segala Gorengan
Dari semua jenis gorengan, tahu isi adalah juaranya. Nggak berlebihan kalau disebut sebagai “pemain inti” di setiap etalase abang gorengan.
Kenapa tahu isi begitu disukai?
- Ngenyangin, karena ukurannya lumayan besar dan ada isi sayurannya
- Harga sama, padahal porsi lebih ‘wah’ dibanding gorengan lain
- Tekstur unik, perpaduan kriuk luar dan lembut dalam
- Multigizi, karena mengandung tahu + sayuran
🗣️ “Saya beli gorengan, pasti minimal dua tahu isi. Kalo gak ada tahu isi, rasanya rugi beli yang lain,” — Rizky, pelanggan setia gorengan depan kampus
Dengan kata lain, tahu isi adalah nilai tambah paling nyata di antara gorengan lain. Makanya, gak heran tahu isi jadi incaran pertama.
🥈 Bakwan: Sang Favorit Kedua yang Renyah & Berserat
Di urutan kedua, ada si bakwan alias bala-bala. Isinya biasanya potongan wortel, kol, daun bawang, dan kadang tauge.
Bakwan disukai karena:
- 🍽️ Cocok jadi camilan ringan
- 🌱 Rasa sayurnya menyegarkan
- 🔥 Kriuknya nikmat apalagi saat hangat
Tapi ada satu syarat penting: sayurannya harus segar.
Kalau bakwan dibuat dari sayur yang sudah mulai layu atau setengah busuk, rasanya jadi asam, dan baunya bisa bikin mual. Dan sekali kecewa, pembeli gak akan balik.
🥉 Tempe & Singkong: Pelengkap Setia Tapi Tetap Dicari
Tempe
Tempe goreng punya tempat khusus di hati pecinta gorengan. Apalagi kalau:
- Diiris tipis
- Digoreng kriuk
- Ditaburi garam bawang putih
Itu sih langsung ludes!
Alasannya? Karena tekstur tempe goreng kriuk itu bikin nagih, dan cocok buat semua usia.
Singkong
Kalau singkong, meskipun mengenyangkan, tapi… rasa dasarnya hambar. Kecuali diolah jadi singkong keju, balado, atau singkong goreng empuk ala rumah makan Sunda.
Singkong biasa yang digoreng tanpa bumbu biasanya hanya jadi pelengkap. Pembeli jarang datang khusus untuk beli singkong goreng.
⚠️ Masalah Klasik: Tahu Isi yang Basi = Pembeli Kapok Selamanya
Sekarang kita bahas sisi gelapnya.
Meskipun tahu isi jadi yang paling disukai, tahu isi juga yang paling bikin pembeli trauma, kalau kamu salah cara mengolahnya.
Salah satu masalah paling umum: tahu isi terasa asam, getir, bahkan seperti basi.
Penyebabnya?
- 🧊 Tahu yang dibeli di pagi hari disimpan dalam air plastik seharian
Ini membuat tahu berfermentasi dan rasanya jadi asam. - 🥬 Sayur isi (kol, wortel, tauge) tidak ditiriskan atau disimpan dalam kondisi basah terlalu lama
Kondisi lembab mempercepat pertumbuhan bakteri, yang akhirnya mencemari tahu.
📌 Dan yang menyedihkan, rasa asam ini tidak hilang meskipun digoreng panas.
🤢 Efek Konsumsi Tahu Isi Basi
Bayangkan pembeli makan tahu isi dari tempatmu, lalu mengalami:
- Mual
- Diare
- Sakit perut
Mereka mungkin nggak langsung komplain. Tapi yakinlah… mereka gak bakal balik.
Bahkan, bisa jadi mereka:
🗯️ Cerita ke tetangga:
“Jangan beli di situ, tahu isinya asem. Gak enak. Aku sakit perut kemarin.”
🗯️ Posting di grup WA komplek:
“Hati-hati beli gorengan depan minimarket, saya habis makan langsung mules.”
Dan… selesai sudah reputasi kamu.
Satu kesalahan kecil bisa menyapu bersih kepercayaan yang dibangun lama.
🧠 Tips Jitu Agar Tahu Isi Kamu Selalu Laris
✅ Beli tahu dari tempat yang bersih dan terpercaya
Segera tiriskan dari air plastik dan simpan dalam wadah kering.
✅ Isi sayuran harus segar dan tidak berair
Keringkan dulu setelah dipotong, jangan langsung dicampur adonan.
✅ Jangan stok tahu terlalu banyak jika belum pasti habis
Lebih baik kehabisan daripada menyajikan tahu yang mulai asam.
✅ Jual dalam kondisi hangat
Tahu isi hangat lebih menggoda dan membuat aroma enaknya tersebar.
✅ Terapkan SOP sederhana untuk pengecekan rasa dan bau
Sebelum dijual, cek satu tahu — pastikan tidak ada aroma aneh.
📊 Tabel: Urutan Gorengan Paling Laris & Potensi Risikonya
| Jenis Gorengan | Alasan Disukai | Risiko Jika Tidak Dikelola Baik |
| Tahu Isi | Ngenyangin, ada sayur, harga sama | Rasa asam, isi basi → pembeli trauma |
| Bakwan | Gurih, sayur segar, renyah | Sayur busuk → rasa asam & bau aneh |
| Tempe | Kriuk, ringan, cocok semua usia | Kurang garing → jadi alot & kurang laku |
| Singkong | Ngenyangin, cocok buat sarapan | Hambar, keras jika tidak tepat menggoreng |
🧴 Cerita Nyata: Pembeli Kabur karena Satu Tahu
Pak Rudi, penjual gorengan di pinggir pasar, awalnya ramai. Tapi setelah beberapa minggu, pembeli mulai menghilang.
Ternyata ada satu kejadian kecil: seorang pembeli beli tahu isi dan mengalami diare keesokan harinya.
Cerita itu menyebar lewat grup ibu-ibu sekitar. Sejak saat itu, dagangan Pak Rudi tidak pernah seramai dulu.
🗣️ “Saya pikir satu tahu basi gak masalah. Tapi ternyata itu yang bikin semua pembeli saya hilang.” — Pak Rudi
Setelah perbaikan total, ganti supplier tahu dan sayuran, serta belajar lebih higienis, baru setelah 3 bulan pembeli mulai balik lagi.
🧠 FAQ – Seputar Jualan Gorengan yang Laris
Q: Apa gorengan yang paling banyak dicari pembeli?
A: Tahu isi, karena ngenyangin, isi sayurannya komplit, dan harganya setara dengan gorengan lain.
Q: Kenapa tahu isi bisa terasa asam?
A: Karena tahu disimpan terlalu lama dalam air atau isi sayuran terlalu basah dan terkontaminasi bakteri.
Q: Apakah tempe dan singkong kurang laku?
A: Tidak juga. Tapi pembeli biasanya beli sebagai pelengkap. Tempe disukai karena kriuknya, singkong karena kenyangnya.
Q: Bagaimana agar gorengan selalu ramai pembeli?
A: Fokus pada rasa, kualitas bahan, dan kebersihan. Bangun kepercayaan lewat konsistensi.
Q: Bolehkah menyimpan tahu dalam kulkas?
A: Boleh. Tapi harus ditiriskan dulu dan disimpan di wadah tertutup agar tidak cepat asam.


