Bayangkan kamu baru saja melamar kerja ke beberapa perusahaan lewat platform online. Beberapa hari kemudian, muncul satu email dengan judul:
“Selamat! Anda Lolos Seleksi dan Akan Diterbangkan ke Kantor Pusat”
Kamu terkejut, sekaligus senang. Terlampir jadwal wawancara, ada logo perusahaan, bahkan nama HRD-nya sangat meyakinkan. Tapi tak lama, kamu diminta mentransfer sejumlah uang untuk pembelian tiket pesawat, dengan janji biaya akan diganti nanti setelah proses selesai. Kamu mulai ragu, tapi tetap tergoda.
Selamat datang di modus lama penipuan kerja yang masih sukses menjebak korban hingga hari ini.
🧠 Key Takeaways
- 📧 Scammer sering menggunakan email palsu yang mirip nama perusahaan asli, tapi biasanya tidak berasal dari domain resmi
- 💸 Modus utama: meminta biaya tiket pesawat atau akomodasi dengan janji akan diganti saat wawancara
- 🧾 Setelah transfer dilakukan, mereka bisa meminta lagi dengan alasan revisi data, biaya tambahan, atau penginapan
- ⚠️ Penipuan semacam ini sudah berlangsung lebih dari 10 tahun dan menyasar orang yang kurang paham teknologi
- 🛡️ Ada cara praktis & teknis untuk mengecek apakah email itu benar-benar dari perusahaan asli atau bukan
Modus Scammer Lowongan Kerja: Begini Cara Mereka Bekerja
Skenario penipuan ini sangat halus tapi terstruktur. Biasanya seperti ini:
💼 Tahap 1 – Kirim Email “Lolos Seleksi”
Email berisi ucapan selamat karena kamu dinyatakan lolos dari seleksi berkas. Tak jarang mereka pakai nama HRD yang tampak profesional dan mencantumkan logo perusahaan besar seperti Pertamina, PLN, Garuda, Unilever, atau Astra.
✈️ Tahap 2 – Permintaan Pembayaran Tiket Pesawat
Alasannya: kamu harus segera datang ke lokasi wawancara (biasanya di luar kota) dan perlu memesan tiket lewat “agen travel rekanan”. Di sinilah uangmu dipancing.
📑 Tahap 3 – Iming-iming Reimbursement
Supaya kamu yakin, mereka bilang biaya akan diganti penuh saat sudah sampai di lokasi. Bahkan ada yang mengirim surat “kontrak” yang terlihat profesional.
💸 Tahap 4 – Minta Transfer Lagi
Setelah transfer pertama dilakukan, scammer akan kembali mengirim email:
“Maaf, ada revisi biaya karena sistem error. Mohon segera ditransfer Rp 1.300.000 agar proses bisa dilanjutkan.”
Dan itu bisa terjadi berulang kali, sampai kamu sadar bahwa kamu sudah ditipu puluhan juta rupiah—tanpa pernah benar-benar melihat kantor atau wawancara kerja.
🧪 Tabel: Email Resmi Perusahaan vs Email Scammer
| Ciri | Email Resmi | Email Scammer |
| Domain Email | @perusahaan.co.id / .com | @gmail.com, @hrd-recruitment.xyz |
| Format Email | Profesional, lengkap, ada HRD asli | Sering typo, banyak kapitalisasi aneh |
| Logo & Format | Konsisten & HD | Logo blur, layout berantakan |
| Kontak | Bisa diverifikasi ke kantor pusat | Nomor HP pribadi, WA saja |
| Bahasa | Formal dan koheren | Banyak kata “SEGERA”, “WAJIB”, atau “KESEMPATAN EMAS” |
📬 Cara Mengecek Apakah Email Itu Resmi atau Palsu
✅ Cek Domain Email
Perusahaan resmi TIDAK akan mengirim email dari Gmail atau Yahoo. Misal:
✅ Cari Nama HRD di LinkedIn atau Website Resmi
Kalau nama HRD atau pengirim email tidak bisa ditemukan di media resmi, kemungkinan besar palsu.
✅ Hubungi Perusahaan Langsung
Cukup telepon atau email ke kontak resmi perusahaan dan tanyakan:
“Apakah Bapak/Ibu [Nama HRD] benar staf Anda dan sedang merekrut posisi ini?”
✅ Perhatikan Bahasa Email
Scammer sering pakai kata-kata hiperbola seperti:
🚩 “Selamat Anda Terpilih dari RIBUAN PELAMAR!”
🚩 “Kesempatan Langka dan Tidak Bisa Diulang”
🚩 “WAJIB TRANSFER SEBELUM JAM 17.00 HARI INI!”
✅ Jangan Tergiur Format Surat Profesional
Surat bisa dicetak bagus dan rapi, tapi scammer hanya butuh template. Bahkan sekarang bisa AI-generated. Jangan terkecoh.
🎯 Siapa Target Utama Mereka?
🎓 Fresh graduate yang semangat cari kerja
🏙️ Pelamar dari daerah kecil yang bermimpi kerja di kota besar
📱 Orang yang kurang akrab dengan teknologi dan email korporat
💔 Orang yang baru saja kehilangan pekerjaan dan butuh penghasilan cepat
Scammer tahu psikologi korban, mereka bermain di emosi, harapan, dan ketergesaan.
💬 Testimoni Korban: “Saya Kirim Uang, Tapi Tak Ada Wawancara”
Indra (26), pelamar kerja dari Padang, berbagi ceritanya:
“Awalnya saya sangat yakin karena mereka kirim email pakai nama besar. Saya transfer Rp 2,3 juta untuk tiket, tapi sampai besoknya saya tidak dapat email lanjutan. Saya hubungi, malah diminta nambah karena katanya ada perubahan jadwal. Di situ saya sadar, ini penipuan.”
Cerita seperti ini tidak satu dua. Ratusan laporan serupa bisa ditemukan di forum Kaskus, Twitter, bahkan di aduan Kominfo dan OJK.
🧠 Kenapa Masih Banyak yang Tertipu?
📉 Kurangnya edukasi digital dasar
💭 Terlalu berharap dan tidak skeptis
📱 Ketergantungan pada aplikasi chat tanpa verifikasi
💸 Sulit membedakan email profesional dan palsu bagi masyarakat umum
🚨 Langkah Cepat Jika Kamu Curiga Email Penipuan
🔍 Verifikasi nama dan domain email
💬 Hubungi perusahaan lewat akun media sosial resmi
📸 Screenshot semua percakapan & dokumen
📞 Lapor ke Kominfo (aduan konten) atau polisi siber
🚫 Jangan kirim uang sepeser pun tanpa klarifikasi 1000%
FAQ – Pertanyaan Seputar Email Kerja Palsu dan Penipuan
Apakah perusahaan pernah meminta biaya tiket?
❌ Tidak. Semua perusahaan resmi TIDAK AKAN meminta kamu membayar biaya seleksi, tiket, atau penginapan.
Kalau saya sudah transfer, apa bisa uang kembali?
Sulit. Tapi segera lapor ke bank penerima dan buat laporan ke polisi siber untuk pelacakan.
Apakah semua email dengan domain Gmail itu scammer?
Tidak semua. Tapi jika mengatasnamakan perusahaan besar dan minta uang—hati-hati, itu indikasi kuat penipuan.
Bisa nggak pakai email perusahaan tapi tetap scam?
Bisa. Kadang mereka spoof domain atau pakai domain mirip, misalnya:
- @unilevers.id (palsu)
- @unilever.co.id (asli)
Kenapa orang-orang masih tertipu padahal modusnya sama?
Karena penipu pintar mengubah nama, logo, dan pendekatan psikologis. Korbannya selalu baru, tapi pola tetap sama.


