Beli Tiket Bus Antar Provinsi Bisa Beda 50–200rb Kalau Lewat Agen Terminal

Painting of a man with a phone next to a woman

Beberapa minggu lalu saya ikut mengantar orang tua teman saya ke Terminal Pulo Gebang. Tujuannya cuma satu: bantu beli tiket bus antar provinsi ke Solo. Tapi dari detik pertama masuk area penjualan tiket, saya sudah disambut oleh suasana yang bikin hati agak mengerut.

Seorang ibu tua di depan saya — mungkin usianya sudah lewat 60 tahun — sedang bertanya tentang harga tiket ke Surakarta. Tapi jawaban dari si petugas?
Ketus.
Pendek.
Setengah malas.

Dan ternyata bukan cuma satu yang mengalami itu. Beberapa penumpang lain yang terlihat kebingungan juga mendapat perlakuan serupa.

Awalnya saya bingung, kenapa mereka kurang ramah ya? Tapi setelah memperhatikan lebih dalam… oh, ternyata mereka bukan petugas resmi PO — mereka adalah agen tiket (alias calo) yang bermain harga dan hanya ramah pada pembeli “pasti bayar”.

💸 Takeaways Penting Buat Kamu yang Sering Naik Bus Jarak Jauh

🧾 Harga tiket bisa beda 50.000 – 200.000 tergantung tempat belinya
📱 Aplikasi resmi PO bus lebih murah dan transparan
😐 Calo cenderung bersikap tidak ramah kalau tahu kamu bukan pembeli “via mereka”
🧠 Banyak orang tua dan gaptek jadi sasaran empuk “mark up” harga tiket
💡 Beli online bukan hanya soal hemat, tapi juga kontrol penuh atas pilihan kursi, jam, dan fasilitas

Kenapa Bisa Ada Perbedaan Harga yang Begitu Jauh?

Kamu mungkin bertanya-tanya: “Masa iya sih bisa beda sampai 200 ribu?”

Jawabannya: bisa banget.

Karena calo bukanlah perwakilan resmi dari PO bus, mereka menjual tiket dengan harga yang mereka sendiri tentukan. Biasanya mereka dapat kuota kursi dari PO, lalu menjual ke konsumen awam dengan markup tertentu.

Contohnya:
🔹 Harga resmi aplikasi PO: Rp380.000
🔹 Harga dari calo di terminal: Rp500.000
📉 Selisih: Rp120.000 per kursi

Dan kalau penumpangnya gaptek atau terburu-buru, mereka akan terima saja harga tersebut. Apalagi kalau calo bilang:

“Kalau nunggu yang resmi mah udah penuh, Bu. Ini tinggal kursi terakhir.”

Padahal… belum tentu.

Tabel Perbandingan: Harga Tiket via Aplikasi Resmi vs Agen Terminal

TujuanAplikasi Resmi (Online)Agen/Calo di TerminalSelisih Harga
Jakarta – YogyakartaRp350.000Rp450.000 – Rp550.000Rp100k – Rp200k
Jakarta – SurabayaRp380.000Rp500.000 – Rp580.000Rp120k – Rp200k
Jakarta – MalangRp400.000Rp480.000 – Rp600.000Rp80k – Rp200k

Sumber: Data harga dari PO bus Agustus 2025 (simulasi via aplikasi dan pengamatan di terminal Pulo Gebang)

Kenapa Banyak Penumpang Tertipu?

🎯 1. Tidak Familiar dengan Teknologi
Penumpang berusia lanjut atau dari daerah yang belum terbiasa dengan aplikasi digital, biasanya lebih memilih datang langsung ke terminal dan bertanya ke siapa saja yang berseragam.
Sayangnya, banyak calo yang menyamar layaknya petugas resmi.

🎯 2. Kepepet Butuh Tiket
Misalnya, harus berangkat hari itu juga. Mereka cenderung mengiyakan saja harga yang ditawarkan.

🎯 3. Minim Informasi Harga Resmi
Kalau kamu belum pernah naik bus antarkota, kamu mungkin nggak tahu berapa harga normalnya. Calo tahu banget kondisi ini dan memanfaatkannya.

Cerita dari Lapangan: Bukan Cuma Saya yang Alami

📢 Ani (52), penumpang rute Jakarta–Blitar:

“Saya beli tiket di terminal langsung, katanya tinggal 1 kursi. Ternyata di bus masih kosong banyak. Saya bayar 550 ribu, padahal saudara saya beli lewat aplikasi cuma 400 ribu.”

📢 Arif (29), pekerja remote yang hobi solo travel:

“Saya sengaja bandingin harga antara Traveloka dan calo terminal. Bedanya 150 ribu! Belum lagi calo maksa-maksa, kadang nggak sopan.”

Keuntungan Beli Tiket Bus via Aplikasi Resmi

📲 Transparansi Harga
Harga yang kamu lihat = harga yang kamu bayar. Tanpa markup misterius.

📍 Pilih Kursi Sendiri
Kamu bisa pilih kursi depan, tengah, atau belakang. Mau dekat jendela? Bisa. Mau kursi kosong di samping? Bisa juga.

🕑 Cek Jadwal & Estimasi Perjalanan
Informasi lengkap soal jam berangkat, titik naik, titik turun, hingga rating bus bisa kamu lihat langsung.

🎁 Kadang Dapat Promo & Cashback
Calo nggak kasih cashback, tapi aplikasi sering!

🧠 Tips Menghindari Calo Tiket & Dapat Harga Terbaik

🎯 Selalu Beli Lewat Aplikasi atau Website Resmi PO Bus
Misalnya: aplikasi Rosalia Indah, Sinar Jaya, Handoyo, atau lewat agregator seperti Traveloka, RedBus, Pegipegi.

📞 Kalau ragu, hubungi langsung customer service PO
Tanya ketersediaan kursi dan harga tiket. Jangan langsung percaya “kata orang terminal”.

🧳 Datang Lebih Awal Jika Beli Offline
Kalau kamu tetap mau beli langsung, datang pagi saat agen resmi PO belum sibuk, dan hindari calo.

🧓 Bantu Orang Tua dan Lansia Beli Tiket
Kalau ada orang tua di keluarga atau tetangga yang masih gaptek, ajarkan atau bantu belikan tiket online agar tidak jadi korban calo.

Kutipan dari Praktisi Transportasi

Ahmad Yusuf, pengamat transportasi dan anggota komunitas Bus Lovers Indonesia, mengatakan:

“Ketika digitalisasi belum merata, calo masih jadi perantara utama. Tapi sekarang, masyarakat harus lebih sadar. Beli tiket langsung ke PO atau aplikasi resmi bukan hanya hemat, tapi juga adil.”

Sisi Emosional: Saat Orang Tua Kita Jadi Korban Sistem Lama

Bayangkan Ibu atau Bapak kamu yang sudah tua dan tidak familiar dengan dunia online, pergi ke terminal sendiri dan ditarik ke sana ke mari oleh agen yang hanya peduli pada komisi.

Rasanya… nyesek.

Itulah kenapa edukasi dan informasi seperti ini penting. Supaya generasi kita bisa melindungi mereka. Supaya perlakuan tidak sopan dan mark-up semena-mena dari calo bisa dikurangi.

FAQ Seputar Beli Tiket Bus dan Calo Terminal

Apakah semua agen di terminal itu calo?
Tidak semuanya. Beberapa adalah agen resmi PO. Tapi kamu harus tahu cirinya: biasanya mereka punya seragam dan akses ke sistem booking resmi.

Apakah beli lewat aplikasi aman?
Ya. Aplikasi resmi PO dan agregator besar (Traveloka, RedBus) sangat terpercaya dan bekerja sama langsung dengan perusahaan bus.

Kalau sudah beli dari calo dan merasa ditipu, bisa komplain?
Sayangnya tidak mudah. Biasanya tidak ada struk atau bukti resmi pembelian dari calo.

Apakah calo boleh beroperasi di terminal?
Secara hukum, tidak dianjurkan. Tapi dalam praktiknya, calo masih banyak karena belum ada penertiban menyeluruh dari pihak terminal dan PO.

-
people visited this page
-
spent on this page
0
people liked this page
Share this page on
Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top

Booking Form

Fill out the form below, and we will be in touch shortly.
Book Room Hotel