Bayangkan ratusan ribu komputer dan perangkat IoT—dari kamera CCTV, router rumahan, printer jaringan, bahkan lemari es pintar—bekerja secara diam-diam untuk menjatuhkan satu target.
Itulah gambaran kerja dari Botnet Aisuru, malware jahat yang memanfaatkan ribuan perangkat terinfeksi untuk melakukan DDoS (Distributed Denial of Service).
Lebih mengejutkan lagi…
📍 Indonesia menempati peringkat TERATAS sebagai negara sumber traffic DDoS terbesar di dunia menurut laporan Akamai, Cloudflare, dan Kaspersky hingga Q4 2025.
Tapi, apakah ini berarti orang Indonesia adalah pelaku utama serangan siber global?
Yuk, kita bahas tuntas dan runut.
🎯 Key Takeaways
- 🧠 Botnet Aisuru menyebar lewat perangkat IoT dan server yang tidak aman.
- 🌐 Serangan DDoS dilakukan dengan membanjiri target menggunakan traffic palsu dari berbagai IP.
- 🇮🇩 Indonesia jadi sumber DDoS terbesar karena banyaknya perangkat tidak aman & IP publik murah.
- 💻 Pelakunya bukan selalu orang Indonesia — infrastruktur kita yang disusupi.
- 🔐 Lemahnya keamanan digital di Indonesia menjadikan kita “markas zombie” favorit para hacker global.
🤖 Apa Itu Botnet Aisuru?
Aisuru adalah jenis botnet malware yang mulai muncul sejak akhir 2024 dan menjadi salah satu tool DDoS paling berbahaya di 2025.
🧠 Cara kerjanya:
- Aisuru menginfeksi perangkat-perangkat IoT (router, modem, printer, kamera, dll) lewat celah keamanan terbuka atau default password.
- Setelah berhasil masuk, perangkat akan menjadi “zombie”.
- Ribuan zombie ini dikontrol oleh Command & Control Server (C2) yang mengatur kapan dan ke mana mereka harus melakukan serangan.
- Saat C2 mengirimkan perintah, seluruh perangkat menyerang target secara bersamaan — inilah yang disebut DDoS.
Dalam banyak kasus, pemilik perangkat tidak sadar bahwa alatnya sedang digunakan untuk menyerang situs lain.
🔥 Cara Kerja Serangan DDoS oleh Aisuru – Langkah demi Langkah
🕳️ 1. Infeksi Awal
🔍 Botnet menyusup lewat:
- Perangkat dengan port terbuka (Telnet, SSH, FTP)
- Sistem dengan password default (admin:admin)
- Server hosting shared murah
- Website WordPress lawas tanpa patch
🌐 2. Entri ke Jaringan
💥 Aisuru menciptakan backdoor permanen yang tersembunyi.
- Bot terus aktif, bahkan setelah reboot
- Aisuru mencuri credential untuk menyebar ke jaringan lain (lateral movement)
📡 3. Menerima Perintah dari C2
📬 Setelah perangkat berhasil dikuasai, malware akan:
- Terhubung ke server pusat (C2)
- Menunggu instruksi seperti:
- Target IP
- Port yang akan diserang
- Metode DDoS (UDP flood, TCP SYN, HTTP Flood)
💣 4. Serangan DDoS Dimulai
📶 Ribuan bot menyerang satu atau lebih target dengan:
- Ratusan ribu request per detik
- Tujuan: membuat server korban lumpuh, bandwidth jebol, CPU overload
🎯 Target bisa berupa:
- Situs pemerintahan
- Platform e-commerce besar
- Infrastruktur internet (DNS, CDN, Payment Gateway)
- Institusi keuangan
- Aktivis digital & media
🇮🇩 Kenapa Indonesia Jadi Sumber DDoS Tertinggi di Dunia?
Bukan karena hacker Indonesia lebih jahat.
Tapi karena infrastruktur kita paling rentan dimanfaatkan.
📉 5 Alasan Kenapa Indonesia Jadi “Kandang Zombie” Botnet:
🔌 1. Banyak perangkat IoT tidak diamankan
📷 Kamera CCTV, modem WiFi, printer wireless — rata-rata memakai password default dan tidak pernah diupdate firmware-nya.
💸 2. IP Publik murah dan tersebar luas
🌍 Banyak penyedia internet di Indonesia memberikan IP publik langsung ke pengguna. Ini memudahkan hacker mengendalikan bot secara remote.
🖥️ 3. Hosting murah tanpa proteksi WAF atau IDS
💡 Banyak situs kecil pakai shared hosting tanpa firewall. Rentan disusupi script botnet dan dijadikan alat serang.
🧓 4. Rendahnya kesadaran keamanan digital
💬 Banyak orang awam tidak tahu bahwa router mereka sudah terinfeksi malware. Tidak tahu ganti password, tidak pernah update firmware.
👨💻 5. Tidak ada regulasi nasional soal keamanan perangkat IoT
📜 Pemerintah belum punya sistem audit atau sertifikasi keamanan untuk perangkat digital rumahan.
📊 Tabel: Perbandingan Sumber Serangan DDoS Global (Q3–Q4 2025)
| Negara | Persentase Traffic DDoS | Pelaku Asli? | Keterangan Tambahan |
| Indonesia | 26% | Kebanyakan bukan | Perangkat & server dijadikan botnet |
| Rusia | 14% | Campuran | Infrastruktur + pelaku internal |
| India | 13% | Campuran | Sama seperti Indonesia |
| China | 10% | Campuran | Banyak digunakan untuk serangan luar |
| AS | 8% | Beberapa | Infrastruktur besar & canggih |
❌ Apakah Orang Indonesia yang Melakukan Serangannya?
🔎 Tidak selalu.
Sebagian besar traffic DDoS yang berasal dari Indonesia adalah hasil dari perangkat yang sudah terinfeksi dan dikendalikan hacker luar.
“Kami melihat pola traffic DDoS masif keluar dari IP-IP Indonesia, tapi C2 server berasal dari Eropa Timur.”
– Peneliti keamanan dari Cloudflare, laporan Desember 2025
🛡️ Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegahnya?
👇 Jika Kamu Pengguna Internet Rumahan:
- 🔐 Ganti password default router dan kamera CCTV
- 🔄 Update firmware secara berkala
- 🔌 Matikan remote access jika tidak perlu
- 🔎 Scan perangkat secara berkala (pakai antivirus IoT jika ada)
🧑💻 Jika Kamu Developer atau Pemilik Website:
- 🔍 Audit plugin dan CMS
- 🔐 Gunakan WAF dan anti-DDoS
- 👨💼 Pastikan server tidak menjalankan service tak perlu (telnet, FTP, dll)
- 🔄 Patch semua aplikasi server secara rutin
❓ FAQ – Botnet Aisuru dan DDoS Indonesia
❓ Apakah Botnet Aisuru hanya menyerang dari Indonesia?
Tidak. Aisuru menyebar global, tapi Indonesia menjadi salah satu titik bot aktif terbesar.
❓ Bagaimana cara tahu kalau perangkat saya sudah jadi bagian botnet?
Biasanya perangkat jadi lambat, sering disconnect, atau traffic internet naik drastis. Tapi banyak yang tidak sadar karena serangan dilakukan diam-diam.
❓ Apakah Indonesia dianggap negara hacker?
Tidak. Tapi reputasi kita tercoreng karena banyaknya botnet yang bersumber dari IP Indonesia.
❓ Apakah pemerintah Indonesia sadar soal ini?
Sebagian besar ahli keamanan mendorong agar ada regulasi & edukasi nasional untuk keamanan perangkat digital. Tapi implementasi masih minim.
❓ Bagaimana cara menghentikan Botnet Aisuru?
Hanya bisa dihentikan dengan:
- Patch firmware perangkat
- Menutup celah yang digunakan
- Take down server Command & Control
- Meningkatkan keamanan global perangkat IoT
🧠 Penutup: Dunia Sedang Perang, Tapi Tanpa Senjata
Kita hidup di zaman di mana perang dilakukan lewat koneksi WiFi.
Botnet seperti Aisuru adalah senjata digital yang bisa merobohkan layanan besar tanpa sebutir peluru pun.
Dan Indonesia?
Adalah medan perang yang tidak sadar sedang dimanfaatkan oleh pihak luar.
Kamu mungkin tidak pernah menyerang siapa pun. Tapi bisa saja perangkatmu dipakai untuk menyerang tanpa kamu tahu.
Jadi, langkah pertama untuk menjaga dunia lebih aman bukan dengan antivirus.
Tapi dengan kesadaran digital. Mulai dari rumahmu sendiri.


