Siapa sangka, mineral yang sering kita temui dalam kabel, peralatan dapur, bahkan pipa ini, ternyata juga ada dalam tubuh manusia. Bukan dalam bentuk logam keras tentu saja, tapi dalam wujud ion tembaga—sebuah unsur mikronutrien penting yang nyaris tak terdengar gaungnya di keseharian kita.
Ketika kita bicara tentang nutrisi, biasanya fokus kita hanya berkisar di vitamin, kalsium, zat besi, atau magnesium. Tapi tembaga? Jarang sekali. Padahal, tanpa kadar tembaga yang cukup, banyak fungsi tubuh tidak akan berjalan optimal.
✨ Key Takeaways:
🧬 Tembaga mendukung fungsi enzim penting dalam metabolisme tubuh.
🧠 Berperan vital dalam kesehatan otak dan sistem saraf.
💪 Membantu produksi sel darah merah bersama zat besi.
🛡️ Mendukung daya tahan tubuh dan sistem imun.
🍫 Sumber alami tembaga mudah ditemukan di makanan sehari-hari.
Apa Itu Mineral Tembaga?
Tembaga (Cu) adalah mineral mikroesensial, artinya dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tapi fungsinya krusial. Tubuh manusia tidak bisa memproduksi tembaga sendiri, sehingga kita harus mendapatkannya dari makanan.
Menurut National Institutes of Health (NIH), kebutuhan tembaga harian orang dewasa adalah sekitar 900 mikrogram per hari. Walau terdengar kecil, dampaknya besar.
“Mineral mikro seperti tembaga sering terlupakan, padahal perannya sangat kompleks—terutama dalam fungsi otak dan pembentukan enzim,” – dr. Maya F., Sp.GK, Ahli Gizi Klinik
Fungsi Tembaga dalam Tubuh Manusia
Mineral ini bekerja diam-diam di balik layar, tapi punya pengaruh yang luar biasa. Berikut penjelasannya:
🧠 Perkembangan dan Fungsi Otak
Tembaga terlibat dalam pembentukan mielin—lapisan pelindung saraf yang membantu transmisi sinyal otak. Tanpa tembaga, sistem saraf bisa terganggu.
🧪 Aktivasi Enzim Metabolisme
Tembaga membantu lebih dari 50 enzim dalam tubuh, termasuk enzim untuk produksi energi, antioksidan, dan sintesis hormon.
🩸 Pembentukan Sel Darah Merah
Bersama zat besi, tembaga berperan dalam penyerapan dan pemrosesan besi, serta membantu pembentukan hemoglobin.
🛡️ Daya Tahan Tubuh
Tembaga membantu pembentukan sel imun seperti neutrofil dan limfosit, menjaga tubuh melawan infeksi.
🧬 Antioksidan dan Proteksi Sel
Tembaga bekerja dalam enzim superoksida dismutase (SOD) yang menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan sel.
Gejala Kekurangan Tembaga
Sering merasa lelah, pucat, mudah sakit? Bisa jadi bukan hanya karena kurang zat besi—tapi juga kekurangan tembaga. Gejalanya termasuk:
🔻 Anemia yang tidak membaik walau sudah konsumsi zat besi
🔻 Penurunan daya tahan tubuh
🔻 Masalah neurologis (mati rasa, koordinasi menurun)
🔻 Tulang rapuh dan pertumbuhan terganggu
🔻 Masalah kulit dan rambut
Kekurangan ini sering terjadi pada orang dengan gangguan penyerapan usus (misalnya penyakit Crohn), atau yang menjalani diet ekstrem tanpa variasi mineral.
🧾 Tabel: Perbandingan Peran Tembaga vs Zat Besi dalam Tubuh
| Fungsi | Tembaga (Cu) | Zat Besi (Fe) |
| Produksi Hemoglobin | Ya, bantu proses penyerapan zat besi | Ya, bahan utama hemoglobin |
| Sistem Saraf dan Otak | Sangat penting | Terlibat, tapi tidak utama |
| Antioksidan | Ya, dalam enzim SOD | Tidak dominan |
| Daya Tahan Tubuh | Bantu produksi sel imun | Bantu oksigenasi jaringan |
| Risiko jika berlebihan | Keracunan hati, mual | Kerusakan organ, konstipasi |
Sumber Makanan yang Kaya Tembaga
Kabar baiknya, kita tidak harus minum suplemen mahal untuk mendapatkan asupan tembaga. Cukup dari makanan sehari-hari:
🥜 Kacang-Kacangan & Biji-Bijian
🌻 Biji bunga matahari, almond, kacang mete, walnut
🥩 Daging Organ
Liver sapi dan ayam adalah sumber tembaga super padat
🍫 Cokelat Hitam
Dark chocolate mengandung tembaga cukup tinggi
🌾 Sereal & Gandum Utuh
Sereal fortifikasi, quinoa, oats
🦐 Makanan Laut
Kerang, udang, dan kepiting
Cara Menjaga Keseimbangan Tembaga
Karena hanya dibutuhkan dalam dosis kecil, kelebihan tembaga juga bisa berbahaya. Jadi, bagaimana cara aman mengelola asupannya?
✅ Jangan konsumsi suplemen tembaga kecuali diresepkan dokter
✅ Pastikan pola makan seimbang dan variatif
✅ Jika konsumsi suplemen zinc tinggi, imbangi dengan tembaga (karena zinc bisa menghambat penyerapan tembaga)
“Kami sering menemukan defisiensi tembaga pada pasien yang terlalu sering konsumsi suplemen zinc tanpa kontrol,” – dr. Erwan S., Sp.A, dokter anak dan nutrisi
🧠 Fakta Unik Tentang Tembaga:
🌟 Tubuh manusia dewasa menyimpan sekitar 50–120 mg tembaga
🌟 Tembaga pertama kali diisolasi sebagai nutrisi penting pada tahun 1928
🌟 Di dunia biokimia, tembaga dikenal sebagai “katalis kehidupan”
🌟 Air minum yang disimpan dalam wadah tembaga dapat menambah asupan mikroion tembaga—asal tidak berlebihan
Siapa yang Rentan Kekurangan Tembaga?
🧒 Anak-anak yang sedang tumbuh cepat
👵 Lansia dengan gangguan penyerapan
🥗 Orang yang menjalani diet vegan ekstrem tanpa perencanaan gizi
💊 Pengguna suplemen zinc dosis tinggi tanpa kontrol
🏥 Pasien dengan kondisi medis seperti penyakit celiac, bypass lambung, atau gangguan hati
Bagaimana Jika Kelebihan Tembaga?
Meskipun jarang terjadi secara alami, kelebihan tembaga (keracunan tembaga) bisa terjadi jika:
- Mengonsumsi air yang terkontaminasi dari pipa tembaga tua
- Suplemen overdosis
- Mengalami gangguan genetik seperti penyakit Wilson
Gejalanya bisa termasuk:
⚠️ Mual dan muntah
⚠️ Kerusakan hati
⚠️ Gangguan mental dan mood
⚠️ Lingkaran kehitaman di iris mata (pada penyakit Wilson)
❓FAQ – Seputar Mineral Tembaga
Apakah semua orang butuh tembaga?
Ya, karena tembaga termasuk mineral esensial untuk metabolisme, otak, darah, dan sistem imun.
Apakah kekurangan tembaga umum terjadi?
Tidak terlalu umum, tapi bisa terjadi terutama pada orang dengan gangguan penyerapan atau konsumsi zinc berlebihan.
Lebih baik dapat dari makanan atau suplemen?
Dari makanan! Suplemen hanya jika direkomendasikan dokter.
Apakah air minum dari wadah tembaga sehat?
Dalam batas wajar, ya. Tapi tidak disarankan sebagai sumber utama tembaga.
Apa tanda bahaya kelebihan tembaga?
Masalah pencernaan, gangguan hati, dan jika parah bisa memengaruhi fungsi otak.


