Bisnis HP itu ibarat tambang emas yang gak pernah kering. Selalu ada permintaan baru, mulai dari anak SMA yang pengin upgrade, emak-emak butuh HP buat jualan online, sampai content creator yang butuh device performa tinggi.
Dan tahu gak sih? Salah satu sumber paling besar dan murah dari HP saat ini datang dari China. Tapi tunggu dulu—jadi distributor HP impor itu gak cuma soal beli dan jual. Ada aturan, pajak, sampai legalitas yang harus kamu pahami biar bisnis kamu gak kena masalah hukum atau dianggap jualan black market.
Paimin bakal kasih kamu panduan lengkap dari nol: mulai dari nyari supplier, pengiriman, sampai biaya legalitasnya.
✅ Key Takeaways
📦 Menjadi distributor HP dari China butuh legalitas seperti NIB, API, dan registrasi IMEI
💸 Estimasi biaya legalitas awal mulai dari Rp15–25 juta tergantung skala
🚫 Hindari jalur ilegal/black market karena berisiko ditahan bea cukai & IMEI diblokir
🧾 Registrasi IMEI ke Kemenperin bisa dilakukan oleh importir terdaftar (PIB)
📱 Potensi margin bisnis HP legal bisa mencapai 20–35% per unit
Kenapa Banyak HP dari China Masuk ke Indonesia?
Jawabannya simpel: harga murah dan spek tinggi. Brand-brand seperti Xiaomi, Huawei, Infinix, dan Realme sering merilis varian yang:
🔋 Punya baterai besar
📸 Kamera mantap
⚡ Performa ngebut
💰 Tapi harga miring
China juga punya pasar refurbish dan second resmi yang sangat luas dan murah. Bahkan beberapa HP flagship bekas dari China masih laku banget di Indonesia.
Distributor vs Reseller: Apa Bedanya?
Sebelum kamu lanjut, pastikan paham dulu ya peran kamu di bisnis ini.
🔹 Distributor:
- Beli langsung dari pabrik/supplier luar negeri
- Mengurus pengiriman dan legalitas
- Biasanya pasok ke reseller kecil
🔸 Reseller:
- Beli dari distributor
- Fokus ke penjualan akhir (retail)
- Gak perlu ngurus impor
Kalau kamu mau kontrol harga lebih luas dan margin lebih tinggi, maka jadi distributor adalah langkah strategis.
Langkah-Langkah Menjadi Distributor HP Impor
🔍 Riset Supplier Tepercaya di China
Kamu bisa mulai dari:
🌐 Alibaba.com
📱 Global Sources
🤝 Kontak langsung brand melalui WeChat atau Email
Tips:
- Cari supplier dengan rating tinggi & review bagus
- Cek legalitas supplier via China National Enterprise Credit Information
- Gunakan LC atau escrow payment untuk keamanan pembayaran
📦 Tentukan Sistem: Preorder atau Stok Barang?
📌 Preorder:
- Minim risiko
- Barang datang setelah order masuk
- Butuh ketelitian logistik
📌 Stok Barang:
- Cepat kirim ke customer
- Butuh modal lebih besar
- Cocok untuk jangka panjang
✈️ Pengiriman & Jalur Impor: Cargo atau Ekspedisi Resmi?
Kamu bisa pilih:
🚛 Ekspedisi umum (Jalur abu-abu / undername):
- Murah
- Cepat
- Risiko tinggi jika IMEI gak didaftarkan
📦 Jalur resmi (under your name / PIB):
- Butuh legalitas lengkap
- Bisa daftarkan IMEI
- Aman dan bisa jual legal
Mengurus Legalitas: Izin, Pajak, dan Registrasi IMEI
🧾 Dokumen Legal yang Wajib Kamu Urus
✔️ NPWP — Wajib punya buat semua badan usaha
✔️ NIB (Nomor Induk Berusaha) — Registrasi online di OSS
✔️ API-U (Angka Pengenal Importir Umum) — Untuk izin impor non-pabrikan
✔️ SIUP / Izin Usaha Elektronik — Untuk kategori perdagangan HP
✔️ Nomor Registrasi Kepabeanan (NRP) — Supaya bisa impor resmi
📶 Registrasi IMEI ke Kemenperin
Sesuai regulasi terbaru, setiap HP impor harus memiliki IMEI resmi terdaftar. Kalau tidak? HP-nya bisa diblokir jaringan seluler dan hanya bisa dipakai via Wi-Fi.
✅ Harus dilakukan oleh importir resmi (yang punya PIB)
✅ Registrasi melalui portal CEIR dan Kemenperin
✅ Biaya per IMEI: ± Rp250.000 – Rp350.000 (tergantung model dan dokumen)
💰 Estimasi Biaya Bea Masuk dan Pajak
| Komponen Pajak | Persentase / Nilai |
| Bea Masuk | 10% dari harga invoice |
| PPN | 11% |
| PPh 22 | 2.5% (jika punya NPWP) |
| Registrasi IMEI | ± Rp250.000 – Rp350.000/unit |
| Total Estimasi | ± 25–30% dari harga HP |
Contoh: Jika kamu beli HP dari China seharga Rp2.000.000/unit
➡️ Tambahan biaya sekitar Rp600.000–Rp700.000 untuk legalitas per unitnya
Estimasi Modal Awal untuk Impor HP Skala Kecil
🧮 Simulasi impor awal 20 unit:
| Komponen | Estimasi Biaya |
| 20 HP @Rp2.000.000 | Rp40.000.000 |
| Biaya pajak & IMEI | Rp12.000.000 (estimasi) |
| Biaya legalitas awal | Rp5.000.000 – Rp10.000.000 |
| Biaya pengiriman | ± Rp2.000.000 |
| Total Modal Awal | Rp60–65 juta |
Tapi bisa juga mulai dari 5 unit dulu untuk testing pasar.
Tips Hindari Barang Black Market
🚫 Hindari supplier yang tidak mencantumkan invoice lengkap
🚫 Jangan tergoda HP murah tanpa IMEI resmi
✅ Minta invoice & sertifikat CE untuk legalitas
✅ Gunakan shipping agent yang bisa bantu proses PIB & bea cukai
📊 Tabel: Perbandingan Biaya Legal vs Jalur Ilegal
| Komponen | Jalur Legal | Jalur Ilegal / Black Market |
| Bea Masuk & Pajak | Wajib dibayar | Tidak ada |
| Registrasi IMEI | Resmi via CEIR | Tidak tersedia |
| Resiko HP diblokir | Tidak | Sangat tinggi |
| Margin Jual | 20–35% | 40–50% tapi rawan blokir |
| Tahan Jangka Panjang | Ya | Tidak |
⚠️ Kesimpulan: Lebih baik margin kecil tapi aman, daripada untung cepat tapi rugi besar karena HP gak bisa dipakai.
Pendapat Praktisi dan Distributor HP Lokal
📢 “Saya sudah coba dua-duanya: jalur abu-abu dan legal. Jangka panjang, legal lebih stabil dan bisa berkembang jadi bisnis besar.”
— Arif Sugiarto, importir HP resmi, Tangerang
📢 “IMEI yang terdaftar itu aset. HP kamu bisa dijual di mana saja tanpa was-was.”
— Maya Febriana, reseller HP legal di Tokopedia
❓FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Bisnis HP Impor
Q: Apa bisa impor HP tanpa punya perusahaan?
A: Bisa, tapi tetap butuh NIB, NPWP pribadi, dan kerja sama dengan shipping agent legal.
Q: Berapa biaya registrasi IMEI?
A: Sekitar Rp250.000–Rp350.000 per unit tergantung jenis HP dan biaya administrasi agent.
Q: Kalau beli HP dari China lewat e-commerce, legal gak?
A: Belum tentu. Kalau gak ada dokumen resmi, HP bisa kena blokir jaringan.
Q: Apa bisa daftar IMEI sendiri?
A: Tidak, harus dilakukan oleh importir resmi yang mengajukan PIB di bea cukai.


