(Biar Nggak Capek Satu-satu dan Tetap Rapi Terstruktur)
Kalau kamu seorang content writer, blogger, atau digital marketer yang aktif di Medium, kamu pasti ngerti gimana repotnya upload artikel satu per satu, apalagi kalau jumlahnya banyak banget.
“Baru upload 3 artikel aja udah pegel nungguin formatting, tambah gambar, atur tag…”
Gimana kalau kamu punya 50 artikel sekaligus?
Tenang! Di artikel ini, kita akan bahas cara upload banyak artikel ke Medium secara cepat, baik manual semi-otomatis maupun pakai automasi via API atau tools pihak ketiga.
📌 Key Takeaways
- ⚡ Medium tidak menyediakan fitur upload massal bawaan, tapi bisa diakali
- 💻 Gunakan Medium API untuk publikasi otomatis (butuh sedikit coding)
- 🛠️ Tools seperti Zapier, IFTTT, atau plugin CMS bisa bantu otomasi
- 📥 Medium juga menyediakan fitur import artikel dari URL yang bisa dimanfaatkan
- 📋 Format markdown bisa mempercepat proses editing konten
🧭 Metode Upload Cepat Artikel ke Medium
1. 🧩 Gunakan Medium API (Untuk Developer & Tech-Savvy)
Medium punya dokumentasi resmi API yang memungkinkan kamu mengunggah artikel langsung via script.
🧠 Apa yang bisa dilakukan?
- Upload artikel dengan title, content, tags, canonical link
- Pilih status (draft/published/unlisted)
- Posting ke akun pribadi atau publication
✅ Langkah Umum:
- Login ke akun Medium → Ambil token akses dari Settings
- Gunakan bahasa pemrograman seperti Python atau Node.js
- Gunakan endpoint POST /v1/users/{{userId}}/posts
# Contoh sederhana menggunakan Python & requests
import requests
headers = {
“Authorization”: “Bearer YOUR_ACCESS_TOKEN”,
“Content-Type”: “application/json”
}
data = {
“title”: “Judul Artikel”,
“contentFormat”: “html”,
“content”: “ Ini isi artikelHalo Dunia
“publishStatus”: “public”
}
res = requests.post(“https://api.medium.com/v1/users/YOUR_USER_ID/posts”, json=data, headers=headers)
print(res.json())
📌 Kamu bisa loop beberapa artikel sekaligus dan langsung posting semua dalam waktu singkat.
⚠️ Kelemahan: butuh basic coding dan setup teknis.
2. 📝 Gunakan Fitur Import Story dari URL
Kalau kamu punya blog pribadi (WordPress, Ghost, Blogspot, dsb), Medium punya fitur keren: import story dari tautan.
Langkahnya:
- Klik “Write a Story” di dashboard Medium
- Pilih Import Story
- Masukkan URL artikel dari website/blog kamu
- Medium akan otomatis menarik kontennya (termasuk gambar & heading)
🎯 Cocok banget buat:
- Migrasi artikel blog ke Medium
- Backup konten SEO ke platform lain
- Repost tanpa copas manual
⚠️ Sayangnya, ini masih harus satu per satu, tapi jauh lebih cepat daripada copy-paste biasa.
3. ⚙️ Automasi via Zapier atau IFTTT (No Code Needed)
Kalau kamu suka hal praktis dan nggak mau coding, pakai Zapier atau IFTTT untuk menghubungkan platform penulisan kamu ke Medium.
📌 Contoh alur Zapier:
- Trigger: Artikel baru di Google Docs / WordPress / Notion
- Action: Upload ke Medium (via API)
Kamu bisa set jadwal otomatis:
- Tiap hari upload 3 artikel
- Publish hanya artikel dengan tag tertentu
- Sinkronisasi antar platform
🎉 Keuntungan besar:
- Tak perlu buka Medium tiap kali
- Upload bisa jalan di latar belakang
- Konten tetap konsisten setiap hari
✨ Tools seperti Make.com (Integromat) juga bisa alternatif jika kamu butuh automasi lebih kompleks.
4. 📂 Posting Artikel via Markdown Editor
Kalau kamu terbiasa menulis di markdown (.md), kamu bisa salin langsung dari Notion, Obsidian, atau VS Code dan paste ke Medium.
Medium mendukung sebagian besar sintaks markdown:
- # Heading 1
- ## Heading 2
- **bold** dan *italic*
- []() untuk hyperlink
Ini bikin proses posting jauh lebih cepat, karena:
- Tidak perlu klik format satu per satu
- Langsung rapi begitu di-paste
- Lebih ringan dibanding menulis via editor online
📊 Tabel Perbandingan Metode Upload Artikel ke Medium
| Metode | Kecepatan | Butuh Skill Teknis | Bisa Massal? | Keterangan |
| Import URL | ⚡ Cepat | ❌ Tidak | ❌ | Efektif untuk migrasi blog |
| API | 🚀 Sangat cepat | ✅ Ya | ✅ | Ideal untuk auto publishing |
| Zapier / IFTTT | ⚡ Cepat | ❌ Sedikit | ✅ | Cocok buat workflow no-code |
| Markdown Manual | ⚖️ Sedang | ❌ Tidak | ❌ | Minim edit ulang |
| Manual 1-1 | 🐢 Lambat | ❌ Tidak | ❌ | Hanya cocok untuk 1–3 artikel |
🔥 Tips Tambahan Biar Upload Lebih Efektif
✅ Gunakan template artikel
→ Struktur yang sama mempermudah automation
✅ Siapkan konten dalam folder rapi
→ Misal: Folder /Medium Articles/ dengan subfolder per kategori
✅ Berikan meta informasi di awal dokumen
→ Judul, tag, dan tanggal bisa dibaca otomatis oleh API/Zapier
✅ Gunakan browser extension seperti “Medium Enhanced Editor”
→ Membantu copy-paste jadi lebih clean & bebas error
✅ Preview dulu sebelum publish massal
→ Hindari typo atau error HTML yang bisa merusak tampilan
🧑💻 Testimoni Pengguna
📣 Andre – Penulis Teknologi
“Dulu saya harus upload artikel satu-satu. Sekarang pakai script API, bisa post 10 artikel dalam 1 menit.”
📣 Tari – Blogger Parenting
“Aku pakai fitur Import Story dari blog WordPress-ku. Artikel langsung masuk ke Medium tanpa harus repot.”
📣 Reza – Digital Marketer
“Aku bikin automation di Zapier: tiap kali timku selesai nulis artikel di Notion, langsung auto-publish ke Medium. Game changer banget.”
❓FAQ: Upload Banyak Artikel ke Medium
Apakah Medium punya fitur upload massal resmi?
Belum ada secara built-in, tapi kamu bisa pakai API atau tools automasi.
Apakah upload lewat API aman?
Ya, jika kamu menggunakan token resmi dan tidak membagikannya ke pihak luar.
Apakah bisa menjadwalkan posting otomatis?
Bisa, melalui integrasi Zapier + Kalender atau Notion.
Apakah semua artikel harus ditulis langsung di Medium?
Tidak. Kamu bisa nulis di platform lain (WordPress, Notion, Docs), lalu upload via import atau API.


