Coba ingat-ingat, di kota kamu ada gak nama tempat yang disebut “Loji”? Bisa jadi “Kampung Loji”, “Jalan Loji”, “Benteng Loji”, atau bahkan “Pantai Loji” kayak di Sukabumi. Aneh tapi nyata, nama ini bisa ditemukan dari Sumatera sampai Papua.
Kok bisa ya? Kenapa kata “Loji” muncul di berbagai daerah, padahal kita sendiri mungkin gak tahu artinya secara spesifik?
Nah, ternyata kata ini bukan sekadar nama tempat. Ia menyimpan sejarah panjang—bahkan luka masa lalu—yang berkaitan dengan kolonialisme Belanda.
🎯 Key Takeaways
🏛️ Kata “Loji” berasal dari bahasa Portugis & Belanda yang artinya rumah besar, markas, atau pos perdagangan
📍 Loji banyak ditemukan di Indonesia karena jadi bangunan penting zaman kolonial
🏘️ Banyak lokasi dengan nama “Loji” dulunya adalah kantor pemerintahan, militer, atau rumah elite Belanda
⏳ Setelah kemerdekaan, nama “Loji” tetap melekat di masyarakat sebagai penanda historis
🗺️ Ada lebih dari 100 tempat bernama Loji di seluruh Indonesia
📚 Asal Usul Kata “Loji”: Warisan Penjajahan?
Secara etimologis, kata “Loji” berasal dari kata “lodge” dalam bahasa Inggris dan Belanda, yang dulu digunakan untuk menyebut tempat singgah, pos militer, atau rumah besar untuk pejabat kolonial.
Dalam ejaan Belanda, kata “lodge” ditulis dan diucapkan “logie”, yang kemudian diserap oleh lidah lokal menjadi “loji”.
Lebih jauh lagi, pengaruh Portugis juga ikut membentuk istilah ini. Dalam bahasa Portugis, “lojia” berarti toko atau tempat berjualan—yang cocok dengan peran banyak loji di Indonesia sebagai pusat perdagangan VOC dan VOC Loji.
🏛️ Fungsi Loji Zaman Dulu: Bukan Cuma Bangunan
Loji bukan cuma rumah biasa. Dulu, loji adalah simbol kekuasaan. Biasanya berdiri megah di pusat kota, terbuat dari batu bata, dengan arsitektur ala Eropa. Fungsi utamanya:
🛡️ Markas Militer atau Benteng
💼 Kantor Administratif VOC/Blanda
🏚️ Tempat Tinggal Residen / Gubernur
🛍️ Gudang dan Pusat Perdagangan
🎩 Klub Elite Eropa / Freemasonry
🗺️ Contoh Nama Tempat dengan Kata “Loji” di Indonesia
| Nama Tempat | Lokasi | Catatan Sejarah |
| Pantai Loji | Sukabumi | Dekat bekas markas Belanda & Biara tua |
| Benteng Loji | Karawang | Bangunan pertahanan VOC |
| Loji Baru | Sumatera Barat | Bekas pusat administrasi kolonial |
| Loji Lama | Kuningan | Perkampungan yang dulunya pemukiman Belanda |
| Pasar Loji | Bandung | Dekat bangunan tua zaman Belanda |
| Loji Gandrung | Surabaya | Gedung dansa elite kolonial |
Menurut catatan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), ada lebih dari 100 nama tempat di Indonesia yang menyertakan kata “Loji”.
🧠 Kenapa Nama “Loji” Masih Bertahan Sampai Sekarang?
Ada beberapa alasan kenapa nama ini tidak hilang meski era kolonial sudah lewat lebih dari 70 tahun:
📍 Mudah dikenali dan diingat
🏛️ Bangunannya masih berdiri dan jadi landmark
🧠 Sudah jadi memori kolektif warga lokal
🗣️ Diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi
📜 Sering tercantum di dokumen resmi dan peta lama
“Waktu kecil, saya kira Loji itu artinya rumah angker. Ternyata itu rumah jaman Belanda tempat nyimpen senjata,”
– Mang Ujang, warga Cikakak, Sukabumi
🔎 Loji dalam Perspektif Arsitektur & Budaya
Bangunan loji biasanya punya ciri khas:
🏛️ Pilar tinggi bergaya Romawi
🪟 Jendela besar dengan kisi-kisi kayu
🔲 Dinding tebal dan langit-langit tinggi
🌳 Dikelilingi halaman luas atau taman
Loji kini sering difungsikan sebagai:
- Museum
- Kantor pemerintahan
- Tempat wisata sejarah
- Atau bahkan dibiarkan terbengkalai dan jadi spot uji nyali
👻 Loji & Cerita Mistis: Antara Fakta dan Mitos
Karena bangunannya tua dan sering kosong, loji sering diasosiasikan dengan hal-hal mistis. Banyak warga percaya bahwa:
👻 Loji dihuni arwah tentara Belanda
⛓️ Ada ruang bawah tanah untuk tahanan
🌒 Aktivitas aneh terjadi malam hari
Tapi di balik semua itu, loji tetap menyimpan nilai sejarah dan identitas lokal yang tak ternilai.
❓ FAQ Tentang Kata & Tempat “Loji” di Indonesia
Apa arti loji sebenarnya?
Loji berarti bangunan besar yang dulu digunakan oleh penjajah sebagai markas, kantor, atau rumah. Sekarang menjadi nama tempat yang masih melekat di masyarakat.
Apakah loji itu selalu bangunan tua?
Tidak selalu. Kadang, nama “Loji” hanya tertinggal sebagai nama kampung atau jalan, meskipun bangunan aslinya sudah tidak ada.
Apakah nama “Loji” hanya ada di Jawa?
Tidak. Nama ini tersebar dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi, meskipun paling banyak ditemukan di Jawa dan wilayah VOC dulu.
Apakah loji boleh dikunjungi wisatawan?
Beberapa loji dibuka untuk umum, terutama yang sudah jadi museum atau cagar budaya. Tapi ada juga yang terbengkalai dan tidak aman dikunjungi.


