Begini Proses Terjadinya Rambut Makin Tipis dan Jarang Karena Sering Pakai Pewarna Rambut

Woman examining thinning hair in mirror

Dulu, waktu pertama kali coba pewarna rambut warna caramel ash, rasanya wow banget. Rambut kelihatan glowing, warna kena cahaya tuh auto jadi spotlight. Semua temen bilang, “cocok banget, cakep banget!”

Tapi setelah beberapa minggu…

Rambut mulai kusam.
Lalu jadi lebih kering.
Terus mulai rontok.
Dan puncaknya, rambut di bagian depan dan samping makin jarang — kayak ditinggalin pelan-pelan.

Bukan cuma aku. Banyak temen juga ngalamin hal yang mirip. Dan waktu aku coba cari tahu, ternyata proses pewarnaan rambut itu nggak sesederhana kelihatan dari luar.

🎯 Key Takeaways

💀 Pewarna rambut merusak lapisan pelindung rambut (kutikula)
🔬 Zat kimia seperti amonia dan hidrogen peroksida menembus folikel
🌬️ Pewarnaan rutin bikin rambut kehilangan protein (keratin)
⚠️ Akar rambut bisa rusak permanen kalau sering diwarnai
🧖‍♀️ Perawatan intensif wajib dilakukan pasca pewarnaan

Gimana Sih Pewarna Rambut Bekerja?

Pewarna rambut — terutama yang permanen — bekerja dengan cara mengubah struktur kimia rambut.

🌪️ Ini bukan cuma soal menambah warna, tapi tentang menghancurkan pigmen asli rambut (melanin), lalu menggantinya dengan warna buatan.

Untuk bisa melakukan itu, diperlukan 2 bahan utama:

  • Amonia: membuka kutikula rambut (lapisan pelindung paling luar)
  • Hidrogen Peroksida: menghilangkan warna alami rambut dan memutihkan batang rambut supaya warna baru bisa masuk

✨ Nah, di sinilah kerusakan mulai terjadi.

🚨 Apa yang Terjadi Saat Rambut Diwarnai?

Setiap kali kamu cat rambut, ini yang terjadi secara berlapis-lapis:

💥 1. Kutikula Terbuka Paksa

Kutikula rambut berfungsi seperti pelindung sisik di luar rambut. Saat pewarna diaplikasikan, amonia memaksa kutikula terbuka.

🔻 Efeknya?
Rambut kehilangan kemampuan melindungi kelembapan alami.

➡️ Hasil: rambut jadi kasar, kering, gampang patah.

🧬 2. Keratin Rusak

Keratin adalah protein utama penyusun rambut. Proses bleaching atau pewarnaan intensif menghancurkan ikatan keratin.

⚠️ Tanpa keratin, rambut jadi rapuh dan kehilangan elastisitas.

➡️ Akibatnya: rambut gampang patah, pecah-pecah di ujung, atau rontok dari tengah.

🧠 3. Folikel Rambut Teriritasi

Zat kimia bisa masuk hingga kulit kepala dan memicu iritasi ringan hingga sedang pada folikel rambut.

Folikel = tempat tumbuhnya rambut.
Kalau dia rusak…
🚫 Rambut gak bisa tumbuh sehat lagi.

➡️ Hasil: rambut jadi jarang, tipis, bahkan berhenti tumbuh.

📉 Dari Rontok ke Tipis: Ini Prosesnya

  1. Pertama kali: rambut terlihat sehat karena perubahan warna
  2. Setelah 1-2 minggu: batang rambut mulai terasa kering dan kusam
  3. Minggu ke-4: muncul kerontokan ringan
  4. Pewarnaan kedua/ketiga: kerusakan menumpuk
  5. Bulan ke-3 dan seterusnya: rambut mulai menipis, volume berkurang drastis

“Kalau kamu terus-terusan pakai pewarna tanpa recovery, kerontokan ringan akan berubah jadi alopecia.”
— dr. Desi Aulia, Sp.KK, Dermatologis RS Swasta Bandung

📊 Tabel Dampak Kimia Pewarna Rambut

Bahan KimiaFungsiEfek Samping Umum
AmoniaMembuka kutikula rambutMengiritasi kulit kepala, kering, bau menyengat
Hidrogen PeroksidaMenghapus warna alami rambutMerusak batang & folikel rambut
ResorcinolMenstabilkan warna rambutBisa menyebabkan alergi kulit
Paraphenylenediamine (PPD)Pewarna utamaRisiko iritasi tinggi, inflamasi

😰 Pengalaman Nyata: Rambut Semakin Jarang Setelah Pewarnaan

“Aku awalnya cuma coba highlight cokelat keemasan. Lalu ketagihan, ganti ke merah, lalu ke ash grey. Tapi sekarang? Rambutku tinggal setengah dari dulu. Dan tumbuhnya makin lama.”
Rini, 27 tahun, Jakarta

Dan Rini bukan satu-satunya.

Di komunitas perempuan pencinta hair makeover, banyak yang akhirnya harus potong pendek dan berhenti total mewarnai karena rambut sudah tidak bisa ditolong.

⚠️ Apakah Semua Cat Rambut Merusak?

Tidak semua.

Tapi hampir semua pewarna rambut permanen mengandung bahan kimia keras. Yang relatif lebih aman:

  • Pewarna semi permanen
  • Cat rambut organik (henna murni, pewarna herbal)
  • Cat rambut bebas amonia

Namun tetap, walau tanpa amonia, tetap ada risiko dehidrasi dan iritasi jika digunakan terlalu sering atau tanpa perawatan tambahan.

🧖‍♀️ Cara Menjaga Rambut Setelah Diwarnai

🌿 Gunakan deep conditioner atau hair mask minimal 2x/minggu
🌿 Hindari keramas tiap hari — cukup 2–3 kali/minggu
🌿 Gunakan shampo khusus rambut diwarnai (biasanya bebas sulfat)
🌿 Jangan langsung pewarnaan ulang dalam 4 minggu
🌿 Lakukan trimming ujung rambut setiap 1–2 bulan
🌿 Konsumsi makanan kaya protein dan biotin

“Protein dan vitamin dari dalam tubuh jauh lebih kuat efeknya dibanding produk luar.”
— Riza Wijaya, Hair Expert & Trichologist

💡 Tips Buat Kamu yang Sudah Terlanjur Sering Cat Rambut

📍 🩹 Stop dulu bleaching atau pewarnaan total
Beri waktu tubuh dan rambutmu untuk recovery

📍 🧴 Lakukan oil treatment rutin (almond, argan, kelapa)
Pijat ke kulit kepala agar merangsang folikel

📍 🪮 Gunakan sisir bergigi jarang dan lembut
Agar batang rambut tidak makin rusak

📍 🌧️ Jangan cat rambut saat cuaca ekstrem (terik/panas tinggi)
Karena kulit kepala lebih sensitif saat dehidrasi

❓FAQ: Pertanyaan Umum

Apakah semua orang bisa mengalami rambut tipis karena cat rambut?

🔸 Tidak semua. Tapi jika pewarnaan dilakukan sering dan tanpa perawatan, risikonya tinggi.

Berapa kali maksimal boleh cat rambut dalam setahun?

💡 Idealnya tidak lebih dari 3–4 kali per tahun. Sisakan waktu recovery antar sesi.

Apakah pewarna rambut alami benar-benar aman?

✅ Lebih aman, tapi tetap bisa keringkan rambut jika tidak dirawat dengan baik.

Kalau sudah tipis, bisa tumbuh lagi?

🟡 Tergantung kerusakan folikel. Jika belum permanen, bisa dipulihkan. Tapi kalau sudah rusak parah, perlu terapi tambahan.

-
people visited this page
-
spent on this page
0
people liked this page
Share this page on
Share the Post:

Related Posts

Scroll to Top

Booking Form

Fill out the form below, and we will be in touch shortly.
Book Room Hotel