Vue.js sering banget disebut sebagai framework frontend yang “ramah pemula” dan “cukup untuk semua kebutuhan”. Tapi, apakah Vue adalah satu-satunya pilihan terbaik?
Tentu tidak selalu.
Setiap framework JavaScript punya karakter, kekuatan, dan kelemahannya sendiri. Di artikel ini, kita bakal bahas beberapa alternatif Vue.js yang sama populernya atau bahkan lebih cocok tergantung proyek dan kebutuhan tim kamu.
📌 Key Takeaways
- ⚛️ React cocok untuk aplikasi besar & dinamis (e.g. dashboard, SaaS)
- 🔺 Angular kuat di proyek enterprise & tim besar
- 🧵 Svelte unggul dalam ukuran file & kecepatan
- 💎 SolidJS super cepat, mirip React tapi tanpa Virtual DOM
- 🐥 Alpine.js ringan, cocok untuk integrasi ke HTML statis
Vue.js Sekilas: Kenapa Banyak yang Suka?
Sebelum bicara tentang alternatif, kita harus tahu dulu kenapa banyak developer suka Vue:
✅ Ringan & progresif
✅ Dokumentasi bagus
✅ Bisa jalan di proyek kecil maupun besar
✅ Komunitas besar (terutama di Asia)
Tapi Vue juga punya kekurangan:
- Kadang kurang fleksibel di proyek super kompleks
- Tidak se-enterprise Angular dari sisi tooling
- Kompatibilitas library masih kalah dari React
Jadi… kalau bukan Vue, apa lagi?
⚛️ React – Si Raksasa JavaScript yang Fleksibel
React adalah pustaka (bukan framework penuh seperti Angular), tapi justru itu kekuatannya. Ia memberi kebebasan tinggi untuk mengatur sendiri:
- Routing (pakai React Router)
- State management (Redux, Context, dll)
- SSR (Next.js)
- Animasi (Framer Motion)
💡 Cocok untuk:
- Aplikasi berskala besar (e-commerce, dashboard admin, platform SaaS)
- Tim developer berpengalaman
- Proyek yang butuh fleksibilitas tinggi
“React itu seperti Lego. Kita dikasih potongan-potongan, dan kita bebas rakit jadi apa saja.”
— Hendry, Senior Frontend Engineer, Traveltech Jakarta
🔺 Angular – Full Framework untuk Proyek Enterprise
Angular bukan main-main. Ini framework “baterai included” dari Google. Semua sudah siap:
- TypeScript bawaan
- Routing bawaan
- HTTP Client bawaan
- Struktur project ketat
Kelebihannya?
- Cocok untuk tim besar & proyek enterprise
- Konsisten dan scalable
- Maintenance-friendly karena arsitektur yang disiplin
💡 Cocok untuk:
- Proyek perusahaan besar
- Sistem ERP, CRM, dan backoffice
- Tim frontend + backend yang terpisah
⛔ Tapi… Angular cukup berat untuk pemula. Banyak konsep advanced yang harus dipahami sejak awal: Observable, Decorator, Dependency Injection.
🧵 Svelte – Ringan, Cepat, dan Tidak Butuh Virtual DOM
Svelte adalah bintang baru yang gak pakai Virtual DOM. Semuanya dikompilasi saat build, bukan saat runtime. Hasilnya?
🚀 Kode lebih kecil
🚀 Lebih cepat
🚀 Simpel banget untuk dipelajari
💡 Cocok untuk:
- Web interaktif yang butuh performa cepat
- Proyek kecil-menengah
- Developer yang gak suka terlalu banyak boilerplate
🎙️ “Pertama kali pakai Svelte, rasanya seperti HTML, CSS, dan JS yang ‘naik level’. Gak ribet tapi powerful.”
— Novi, Indie Web Developer
💎 SolidJS – Mirip React Tapi Lebih Cepat
SolidJS punya syntax mirip React, tapi dengan pendekatan berbeda. Ia tidak pakai Virtual DOM, dan langsung menulis update ke DOM. Akibatnya? Super cepat.
🔥 Reactive system-nya mirip Svelte
🔥 Komponen sangat kecil
🔥 Banyak fitur yang intuitif
💡 Cocok untuk:
- Web app yang butuh ultra-performa
- Project modern dan eksperimental
- Developer yang sudah familiar dengan React
🐥 Alpine.js – Ringan untuk HTML Statis & Komponen Kecil
Kalau kamu bikin project HTML statis dan cuma butuh interaksi kecil seperti:
- Toggle menu
- Tab switching
- Modal popup
- Form validation sederhana
…kamu gak perlu pakai Vue atau React.
Gunakan Alpine.js, kecil, ringan, syntax-nya mirip Vue, tapi langsung bisa digunakan dalam tag HTML tanpa build process.
💡 Cocok untuk:
- Template HTML statis
- Proyek berbasis Laravel Blade
- Blog, landing page, dokumentasi
🎯 Framework Mana Cocok untuk Proyek Kamu?
Berikut perbandingan visual sederhana:
| Framework | Kelebihan | Kapan Digunakan |
| Vue.js | Mudah, progresif, cocok semua level | Web app umum, dashboard, CMS |
| React | Fleksibel, populer, kuat | SaaS, produk skala besar |
| Angular | Terstruktur, enterprise-ready | Sistem besar dengan banyak tim |
| Svelte | Super ringan dan cepat | Aplikasi kecil-menengah |
| SolidJS | Cepat & modern | Eksperimen performa tinggi |
| Alpine.js | Super ringan | Komponen di HTML statis |
✨ Ilustrasi Use Case Berdasarkan Framework
📺 Streaming Platform (Video / Audio)
→ React + SSR (Next.js) → performa tinggi dan SEO ready
📦 Sistem Gudang / POS
→ Vue.js atau Angular → karena kestabilan dan komponen UI
🛍️ Toko Online / E-Commerce
→ React → integrasi checkout, dynamic UI
📓 Dokumentasi Produk
→ Alpine.js + HTML static → ringan dan cepat
📈 Aplikasi Finansial / Dashboard
→ Angular atau React → real-time update, grafik, integrasi API
🧭 Roadmap Singkat Belajar Framework-Framework Ini
🎓 Kalau kamu dari pemula, urutannya bisa begini:
🔹 Dasar Web → HTML, CSS, JavaScript
🔹 ES6+ → arrow function, destructuring, async/await
🔹 DOM & Event → agar paham interaksi UI
🔹 Pilih 1 framework dulu → Vue untuk pemula, React untuk karir jangka panjang
🔹 Belajar Routing, State, Component
🔹 Coba bangun project kecil (todo app, blog reader, dll)
🔹 Deploy ke Netlify / Vercel / VPS
❓FAQ: Pertanyaan Seputar Framework Selain Vue.js
Apakah Vue masih relevan tahun ini?
Sangat. Vue 3 sudah matang dan digunakan di banyak proyek production.
React atau Vue, mana lebih baik untuk pemula?
Vue lebih ramah pemula. React lebih fleksibel dan populer di industri besar.
Apa itu Virtual DOM dan kenapa penting?
Virtual DOM adalah representasi memori dari UI yang meminimalisir update langsung ke DOM. Ini bikin UI lebih cepat, terutama di React & Vue.
Apakah belajar Angular itu wajib?
Tidak. Tapi kalau kamu ingin masuk perusahaan enterprise atau kerja di tim besar, Angular jadi nilai plus.


